Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perkuat Hubungan Bilateral, Swedia-Indonesia Gelar Sustainability Partnership Week 2022

SISP Week 2022 diresmikan oleh Dubes Swedia untuk Indonesia Marina Berg, CEO Business Sweden Jan Larsson, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  12:21 WIB
Perkuat Hubungan Bilateral, Swedia-Indonesia Gelar Sustainability Partnership Week 2022
Vice President and Head of Region South and Southeast Asia of BusinessSweden Emil Akander dan Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan Asean Marina Berg dalam acara pembukaan Sweden-Indonesia Sustainability Partnership Week (SISP Week 2022) - Bisnis/Asahi Asry Larasati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sweden-Indonesia Sustainability Partnership Week (SISP Week 2022) kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya di Indonesia.

Acara ini diresmikan pada Senin (5/12/2022) oleh Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Marina Berg, dan CEO Business Sweden Jan Larsson, serta Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita.

SISP merupakan platform dialog bagi para pemangku kepentingan untuk menjalin kolaborasi antara Swedia dan Indonesia. Berbeda dari biasanya, ini merupakan kali pertama SISP Weed diadakan secara luring, 5-6 Desember 2022, di Hotel Langham, Jakarta.

Selama acara berlangsung, para pemimpin dari berbagai bidang bertemu dan mendiskusikan solusi inovatif untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Marina Berg mengungkapkan Indonesia dan Swedia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon juga menetapkan tujuan untuk mencapai emisi nol bersih.

"Ini adalah tindakan yang tidak bisa kami tunda. Dan dengan bekerja bersama, kami dapat mempercepat transisi hijau untuk mencapai ambisi bersama," jelas Marina Berg, dikutip Senin (5/12/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Jan Larsson juga menambahkan klien dari perusahaannya maju dalam memenuhi permintaan yang meningkat akan keberlanjutan dan netralitas iklim.

"Perusahaan Swedia memiliki inovasi yang dulunya belum terpikirkan, pesawat penumpang bertenaga baterai, baja bebas fosil, sistem transportasi otonom dan listrik, dan lainnya." katanya.

Jan Larsson berharap dengan adanya SISP, pemerintah Indonesia dan Swedia bisa menemukan kecocokan dan memiliki komunikasi bisnis yang menghasilkan gegasan juga gerakan perubahan sehingga bisa terus berinovasi.

"Indonesia dan Swedia memiliki ambisi yang tinggi terkait keberlanjutan, karena itu saya yakin bahwa kita bisa mengatasi tantangan keberlanjutan bersama dengan memanfaatkan empat pilar utama: inovasi, kebijakan, keuangan, dan kolaborasi." lanjutnya.

Seperti diketahui, hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia semakin diperkuat dengan adanya kunjungan delegasi Swedia ke Nusa Tenggara di bulan Agustus, dan Surabaya di Oktober.

Fokus utama kunjungan ini adalah kerja sama di bidang keberlanjutan, khususnya di energi terbarukan dan sistem transportasi. Kerja sama di bidang keberlanjutan menghubungkan pembuat keputusan Indonesia dengan penyedia solusi Swedia.

Selain itu, Badan Perlindungan Lingkungan Swedia (EPA) turut bertemu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia pada September lalu.

Pollutant Release and Transfer Register (PRTR), yang merupakan bagian dari pekerjaan EPA Swedia, adalah salah satu hal yang disoroti selama diskusi dengan pihak Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swedia menteri perindustrian industri bilateral
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top