Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top! 183 Investor Malaysia Minat Investasi di IKN, Ada Startup

Sebanyak 183 investor Malaysia berminta untuk masuk ke proyek IKN, khususnya bisnis startup.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  14:56 WIB
Top! 183 Investor Malaysia Minat Investasi di IKN, Ada Startup
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan akan memberikan kemudahan untuk investor Malaysia masuk ke proyek IKN Nusantara.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa kemudahan investasi yang ditawarkan pemerintah Indonesia disambut baik oleh para investor, terutama pelaku bisnis startup di negeri jiran itu.

Sebelumnya, Menteri Basuki menghadiri Forum Investasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (30/11/2022). 

Forum tersebut bertujuan untuk meningkatkan investasi dan kerja sama bisnis kedua negara antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pembangunan IKN.

"Kemarin banyak terutama yang startup anak muda juga 'Pak menteri saya pasti kesana, saya pasti akan ada di IKN', kemudian perumahan, transportasi, bahkan lansekap mereka [investor Malaysia] pengin di IKN," ujar Basuki di Jakarta, Kamis (1/11/2022). 

Untuk menyambut kesiapan calon investor di IKN, Basuki menyatakan pemerintah akan memberikan berbagai kemudahan untuk investasi, khususnya KIPP zona 1A, 1B dan 1C.

"Kami ingin melangkah maju bersama dan akan memberikan karpet merah yang lebih merah bagi para investor Malaysia khususnya sebagai sahabat Indonesia," ujarnya. 

Dikatakan Menteri Basuki, perkembangan minat investasi di IKN Nusantara saat ini meningkat 40 kali lipat setelah market sounding medua yang diadakan pada 18 Oktober 2022 lalu. 

Hal ini tercermin dari kebutuhan lahan seluas 1.400 hektar di zona 1B dan 1C, bila dibandingkan dengan market sounding pertama pada 22 Agustus 2022 dengan luas hanya 38 hektar.

Di samping itu, Juru Bicara Endra S. Atmawidjaja mengatakan dalam forum tersebut dihadiri oleh 183 investor Malaysia yang mulai dari bisnis properti, startup, industri kesehatan, transportasi, energi, dan lainnya. 

Untuk itu, Kementerian PUPR akan mempercepat persiapan land development pada semester pertama tahun 2023 mendatang. 

"Percepatan dan pada semester pertama atau triwulan pertama tahun depan antara Maret sampai Juni, itu mudah-mudahan sudah ada kegiatan land development penyiapan kavling di 1B dan 1C itu yang kita utamakan, itu kita lakukan percepatan kita sudah bersurat ke kemenkeu untuk dialokasikan anggarannya 2023," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKN ibu kota negara investasi Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top