Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Gugatan Permenaker 18/2022 hingga Manuver UNTR

Sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id pada Minggu (27/11/2022).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 27 November 2022  |  08:01 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Gugatan Permenaker 18/2022 hingga Manuver UNTR
Ilustrasi upah minimum - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penetapan upah minimum provinsi tahun 2023 masih bersengkarut hingga saat ini. Langkah Menteri Ketenagakerjaan menerbitkan Permenaker Nomor 18/2022 dinilai bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Selain itu, ketetapan upah minimum naik setinggi-tingginya 10 persen dipandang kalangan pengusaha bisa mengancam keberlangsungan usaha padat karya di dalam negeri.

Berita tentang polemik UMP 2023 menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Minggu (27/11/2022):

1. Pengusaha Gugat Permenaker 18/2022,  Kenaikan UMP Bakal Batal?

Di sisi lain, buruh juga sangat mengharapkan kenaikan UMP yang masuk akal di tengah kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. KSPI, misalnya, sempat mengusulkan kenaikan upah mencapai 13 persen dari UMP 2022. 

Dasar usulan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini serta kenyataan bahwa buruh tidak mengalami kenaikan upah sepanjang tahun tahun berjalan.

Jika upah buruh tidak kunjung dinaikkan, KSPI menilai daya beli mereka akan semakin tergerus dan pada gilirannya akan berdampak pada perekonomian nasional.  

Sejauh ini, usaha padat karya melibatkan jumlah buruh yang relatif banyak. Mereka bekerja di pabrik-pabrik dengan upah relatif murah untuk menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor.

Di satu sisi, dengan upah yang relatif murah, banyak tenaga kerja yang bisa diserap. Namun, di sisi lain, kala terjadi kenaikan upah, pengusaha otomatis harus mengalokasikan anggaran upah lebih besar dari biasanya. 

 

2. Nasib Bandara Kertajati Usai Membuka Penerbangan Umrah

Aktivitas Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat belum pulih sepenuhnya meski pemerintah telah membuka layanan penerbangan umrah.  

Pembukaan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi telah direncanakan pemerintah setidaknya pada paruh kedua tahun ini. Namun, realisasinya baru terjadi pada November dengan puluhan orang jemaah umrah.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur mengungkapkan bahwa hanya 45 orang jemaah umrah yang terbang dari bandara tersebut. Mereka merupakan warga asal Cirebon, Majalengka dan Tasikmalaya melalui biro travel Al Bahjah Cirebon milik Buya Yahya.

45 jemaah menuju Jeddah menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia. Maskapai plat merah ini terbang lebih dulu dari Soekarno Hatta yang telah membawa sekitar 200 jemaah umrah. Setelahnya, barulah burung besi melintasi berbagai negara menuju Arab Saudi. 

Ketua Harian MTI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono menyebutkan bahwa perjalanan sebagian besar jamaah umroh dikorbankan untuk mengikuti penerbangan dari Cengkareng menuju ke Kertajati baru meluncur ke Arab Saudi. 

3. IHT Minta Kenaikan Cukai Rokok Ditinjau Ulang, PHK Jadi Alasan

Kalangan produsen rokok yang semula terkesan pasrah mulai memberikan respons atas kenaikan cukai hasil tembakau.Pelaku industri hasil tembakau (IHT) yang tergabung dalam berbagai organisasi meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan cukai rokok pada 2023 dan 2024. 

Mereka menegaskan bahwa kenaikan cukai rokok yang rata-rata lebih dari 10 persen dapat berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi menjelaskan kenaikan cukai rokok bakal mempersulit masyarakat dan produsen di tengah sejumlah sentimen negatif saat ini.

“Dalam situasi seperti ini, harusnya ada kelonggaran dari pemerintah, bukan justru semakin dipersulit dengan kenaikan cukai sebesar 10 persen lebih. Sekiranya pemerintah sedang membutuhkan dana pembangunan, sehingga harus menaikan cukai, maka kenaikannya tidak lebih dari 7 persen,” terangnya dalam keterangan pers, Sabtu (26/11/2022).

Selain itu, kenaikan cukai juga harus diikuti pemberantasan rokok illegal. Benny juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap industri hasil tembakau (IHT). Padahal, ujar dia, kontribusi IHT terhadap penerimaan negara lebih dari 10 persen.

 

4. Inflasi November Naik Tipis, Antisipasi Akhir Tahun Jadi Fokus

Inflasi pada pekan keempat November diprediksi di atas kondisi inflasi pada pekan sebelumnya. Bank Indonesia memprediksi inflasi pada pekan keempat November mencapai 0,18 persen, lebih besar dari prediksi inflasi pekan ketiga yang berada di kisaran 0,13 persen.

Sementara itu, pemerintah mewaspadai kemungkinan terjadinya kenaikan inflasi di akhir tahun.

Tekanan pada inflasi diperkirakan masih tinggi, terutama pada akhir tahun, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2022 dan tahun baru 2023.

Prediksi Bank Indonesia atas kondisi inflasi didasarkan pada survei pemantauan harga yang dilakukan secara rutin. 

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV November 2022, perkembangan harga sampai dengan minggu keempat November 2022 diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,18 persen mtm [month-to-month],” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan resminya, dikutip Sabtu (26/11/2022). 

 

5. Gairah Industri Alat Berat dan Cara (UNTR) Tangkap Durian Runtuh

Industri alat berat menemukan momentum peningkatan kinerja pada tahun ini seiring dengan tingginya permintaan untuk sektor tambang. Durian runtuh ini ditangkap PT United Tractors Tbk. (UNTR) untuk memacu produksi hingga akhir tahun. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan telah menjual 5.087 unit alat berat merk Komatsu sepanjang Januari - Oktober 2022. Jumlah ini melejit signifikan hingga 94,41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama Oktober saja, UNTR telah menjual 553 unit alat berat. 

Selain itu, dari segmen produksi batu bara UNTR mencatat produksi hingga 94,2 juta ton dengan pengupasan lapisan tanah atau overburden removal mencapai 775 juta bank cubic meter (bcm), naik 9 persen secara year on year (yoy). Dari total produksi, penjualan batu bara perseroan menyentuh 733.000 ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok industri rokok ump Top 5 News Bisnisindonesia.id bandara kertajati untr Inflasi
Editor : Yanita Petriella
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top