Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambah Lagi Peminat, PetroChina juga Tertarik Masuk Blok Masela

Sudah ada empat perusahaan yang mengungkapkan ketertarikannya menggarap Blok Masela selain Pertamina, Petronas, dan ExxonMobil.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 November 2022  |  14:45 WIB
Tambah Lagi Peminat, PetroChina juga Tertarik Masuk Blok Masela
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto ditemui di sela acara '3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022' di Badung, Bali, Rabu (23/11/2022) - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebut bahwa perusahaan migas asal China, PetroChina Company Ltd., ikut berminat untuk investasi di Blok Masela.

Dengan demikian, sudah ada empat perusahaan yang mengungkapkan ketertarikannya menggarap megaproyek migas tersebut selain Pertamina, Petronas, dan ExxonMobil.

“Termasuk [PetroChina]. Tapi masih menunggu hasil studi masing-masing [kontraktor] dari blok itu,” katanya di Badung, Bali, Rabu (23/11/2022). 

Dwi menjelaskan bahwa ditargetkan sudah ada keputusan final perusahaan yang masuk ke Blok Masela untuk menggantikan Shell pada akhir tahun ini.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menjelaskan bahwa legislatif mendorong agar Pertamina bermitra dengan perusahaan lain jika masuk Blok Masela. 

Hal tersebut diperlukan karena Pertamina juga memiliki proyek prioritas yang sedang digarap. Beberapa di antaranya adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan RDMP Cilacap. 

Pada saat yang sama, pengembangan Blok Masela membutuhkan biaya besar yang diperkirakan mencapai US$20 miliar.

“Jadi memang ideal sekali kalau BUMN masuk, dalam hal ini Pertamina, mampu baik secara teknikal dan finansial. RDMP itu kan juga perlu biaya besar,” ujarnya. 

Sebelumnya, Pemerintah China menyatakan terbuka untuk setiap kesempatan investasi di industri hulu migas yang ditawarkan Indonesia guna mempererat hubungan kedua negara.

Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Lu Kang mengatakan bahwa pihaknya juga akan terbuka untuk penawaran investasi terkait dengan pengembangan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela.

“Sejauh proyek itu dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kepentingan kedua negara, China akan menunjukkan minatnya,” kata Lu Kang saat ditemui selepas acara Laporan CSR Perusahaan Tiongkok di Indonesia yang diinisiasi oleh China Chamber of Commerce in Indonesia di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok masela skk migas shell
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top