Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KTT G20 Bali: Jokowi Luncurkan Pandemic Fund Hari Ini

Presiden Jokowi dijadwalkan hadir untuk meluncurkan Pandemic Fund atau dana darurat pandemi jelang perhelatan KTT G20 Bali.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 13 November 2022  |  06:58 WIB
KTT G20 Bali: Jokowi Luncurkan Pandemic Fund Hari Ini
Ketua BKF Febrio Kacaribu, Menkeu Sri Mulyani, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Pertemuan Gabungan Kedua Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (2nd JFHMM) yang berlangsung pada Sabtu (12/11 - 2022). Bisnis/Wibi Pangestu Pratama.
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meluncurkan program dana darurat persiapan menghadapi pandemi atau Pandemic Fund jelang Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pandemic Fund, yang semula bernama Financial Intermediary Fund for Pandemic Preparedness, muncul saat Presidensi Italia pada tahun lalu.

"Pak Jokowi akan meluncurkan pendanaan ini pada 13 November 2022, yaitu launching pandemic fund event. Fund ini ada governing board dan calling for funding proposal sehinggasemua negara dapat menggunakan dana ini untuk mempersiapkan pandemi," ujarnya dalam konferensi pers Pertemuan Gabungan Kedua Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (2nd JFHMM) yang berlangsung pada Sabtu (12/11/2022) malam.

Sri Mulyani menambahkan organisasi G20 memiliki panel yang independen untuk mengidentifikasi keperluan "dana darurat". Hasilnya, kata dia, G20 mengidentifikasi bahwa dunia memerlukan setidaknya US$10 miliar untuk Pandemic Fund.

Dia melanjutkan task force tersebut sudah menerima 12 kontributor atau penyumbang Pandemic Fund yang terdiri dari negara G20 dam non-anggota G20 termasuk para filantropis dengan total nilai US$1,4 miliar.

"Malam ini menerima at least 3 negara, yaitu Australia, Perancis, Saudi. Mereka akan mengumumkan nilainya saat pertemuan pemimpin
akan lebih besar dari US$4 miliar," jelas Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan G2 mulai menggabungkan sektor keuangan dan kesehatan.

Jika melihat sejarah 20 tahun terakhir, lanjutnya, pandemi Covid-19 memberikan dampak finansial sangat besar bagi dunia.

"Dampak [virus] Ebola 2014 US$50 miliar, yang terbesar tentu saja pandemi Covid-19 US$12 triliun," ucapnya.

Budi mengatakan krisis kesehatan dapat menciptakan dampak ekonomi yang sangat besar, sama halnya seperti krisis finansial global.

Dia menilai tidak ada yang bisa memprediksi krisis kesehatan global. Namun, lanjutnya, sektor keuangan memiliki proses yang sangat jelas. Salah satu contohnya, yaitu misi di balik terbentuknya Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) pada 1944.

Budi menilai IMF dan Bank Dunia telah membantu setiap sudut dunia jika ada krisis keuangan.

"Kami ingin tiru hal itu di sektor kesehatan. Indonesia kini memimpin dan berupaya mereplikasi langkah institusi itu. Memainkan peran penting yang dapat menjaga dunia dari dampak pandemi di masa depan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 KTT G20 Jokowi sri mulyani pandemic fund
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top