Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Data Inflasi AS Rilis Malam Ini, Begini Proyeksinya

Para ekonom memproyeksikan indeks harga konsumen (IHK) utama dan inti melambat secara tahunan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 November 2022  |  17:47 WIB
Data Inflasi AS Rilis Malam Ini, Begini Proyeksinya
Warga Amerika Serikat (AS) berbelanja di salah satu supermarket. Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 8,3 persen pada Agustus 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) akan merilis data Inflasi AS Oktober malam ini. Pasar memperkirakan data akan sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun masih di level yang tinggi.

Data di atas perkiraan dapat menghancurkan ekspektasi Federal Reserve dapat memperlambat kecepatan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan bulan Desember mendatang.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (10/11/2022), para ekonom memproyeksikan indeks harga konsumen (IHK) utama dan inti melambat secara tahunan. Namun data keduanya masih konsisten dengan inflasi yang persisten dan meningkat.

Berdasarkan konsensus ekonom dalam survei Bloomberg, IHK tahunan bulan Oktober diperkirakan naik 7,9 persen year-on-year (yoy), sedangkan IHK bulanan naik 0,6 persen dibandingkan bulan September 2022.

Sementara itu, IHK inti yang mengecualikan makanan dan energi diperkirakan naik 6,5 persen yoy dan 0,5 persen mom

Ekspektasi ini diperkirakan mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin pada pertemuan bulan Desember mendatang, meskipun pelaku pasar lebih condong terhadap kenaikan 50 bps.

Selain itu, data inflasi juga telah mendorong The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga melampaui puncak proyeksi sebelumnya.

Bagaimanapun, pasar tenaga kerja yang masih ketat menggarisbawahi kemungkinan penurunan inflasi yang relatif lambat dalam beberapa bulan mendatang, yang telah menjadi faktor utama dalam pemilu sela pekan ini.

“Kejutan sisi atas akan lebih mungkin didorong oleh kekuatan yang mendasarinya. Bersama dengan laporan tenaga kerja yang masih kuat, hal ini akan meningkatkan risiko bahwa suku bunga perlu naik lebih tinggi untuk meredam inflasi,” ungkap ekonom Citigroup Inc. Veronica Clark dan Andrew Hollenhorst seperti dikutip Bloomberg, Kamis (10/11/2022)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inflasi as ekonomi as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top