Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lookman Djaja: Bisnis Indonesia Logistic Awards Jadi Motivasi Pelaku Logistik

Lookman Djaja menilai Bisnis Indonesia Logistic Awards bisa menjadi motivasi pelaku logistik di tengah tantangan ekonomi global.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 November 2022  |  07:05 WIB
Lookman Djaja: Bisnis Indonesia Logistic Awards Jadi Motivasi Pelaku Logistik
Direktur Utama Lookman Djaya Kyatmaja Lookman. - Dok. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lookman Djaja menilai ajang penghargaan Bisnis Indonesia Logistic Awards (BILA) 2022 bisa melecut motivasi para pelaku logistik di tengah ketidakpastian ekonomi global yang mesti dihadapi hingga akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Direktur Utama Lookman Djaya, Kyatmaja Lookman, menilai prospek bisnis logistik pada 2022 ini sudah prospektif tetapi sayangnya harus dibayangi oleh peningkatan biaya bahan bakar minyak (BBM) serta dampak perang Rusia - Ukraina.

"Tetep harus optimistis dan mudah-mudahan penghargaan ini bisa memotivasi pelaku logistik walaupun akhir 2022 dan pada awal 2023 kondisinya menantang," ujarnya usai penghargaan Bisnis Indonesia Logistics Awards, Selasa (8/11/2022).

Kyatmaja melanjutkan dengan adanya penaikan harga BBM, secara otomatis, perusahaan juga harus ikut meningkatkan biaya logistik. Sayangnya para pelaku industri tak mampu menyerap penaikan harga BBM dengan baik. Kondisi ini, yang akan menjadi tantangan pada akhir tahun ini dan tahun depan.

"Memang harus diakui bahwa industri ini masih akan menantang karena menanggung beban kenaikan harga BBM akibat pembeli yang tidak mampu menyerapnya," jelasnya

Pasalnya, penurunan volume angkut terasa di sektor lain yang operasinya menggunakan BBM. Dia mencontohkan beban biaya truk yang tinggi tetapi di sisi pembeli tidak akan mampu membayarnya. Kondisi ini akan terjadi sampai akhir tahun 2022.

Kyatmaja menyebut penaikan biaya selama periode 2016 sampai 2022 terjadi sekitar 30 persen. Terlepas dari harga BBM, pengguna jasa hanya memiliki kemampuan menyerap kenaikan sebesar 10 persen. Tentunya, dengan adanya gap hingga 20 persen menjadi tantangan tersendiri oleh Lookman Djaya.

Di sisi lain masalah krisis ekonomi juga terjadi di depan mata imbas terjadinya peperangan. Kondisi wait and see pun masih akan dihadapi pada semester I/2023. Belum lagi kenaikan harga dollar yang juga turut mempengaruhi harga sparepart yang ditanggung oleh pabrik dan pengguna.

"Itu nanti kemungkinan kita lihat berapa lam krisis ini terjadi Kemungkinannya itulah yang terjadi pada prospek 2023," tekannya.

Adapun PT Lookman Djaja Logistic meraup penghargaan Trucking Company of The Year dalam Bisnis Indonesia Logistic Awards (BILA) 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik bisnis indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top