Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IPC TPK Jadi Operator Terminal Peti Kemas Terbaik Bisnis Indonesia Logistics Award 2022

Ajang BIsnis Indonesia Logistics Award 2022 merupakan penghargaan bagi insan logistik nasional. IPC TPK meraih salah satu penghargaan bergengsi tersebut.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 08 November 2022  |  19:17 WIB
IPC TPK Jadi Operator Terminal Peti Kemas Terbaik Bisnis Indonesia Logistics Award 2022
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT IPC Terminal Petikemas (TPK) meraih penghargaan 'Operator Terminal Terbaik atau Port Operator of The Year' pada ajang Bisnis Indonesia Logistics Award 2022. 

Anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) itu menjadi salah satu operator terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, bersaing dengan sejumlah operator lain. 

"Kami Cucu Pelindo 100 persen bersaing dengan JICT, Koja, dan NPCT-1 dan bahkan terminal lain. Sehingga 2022 ini untuk [pelayanan] peti kemas internasional kami mencapai 161 persen year-on-year dibandingkan dengan tahun lalu," terang Direktur Utama PT IPC TPK David Pandapotan Sirait, Selasa (8/11/2022). 

Sebelumnya, IPC TPK juga telah mendapatkan empat penghargaan kategori 'Customer Value Creator Port/Terminal of The Year', mewakili Indonesia di Dubai. 

Menurut David, setelah merger Pelindo, IPC TPK tercatat langsung melakukan berbagai langkah strategis seperti mendatangkan sembilan shipping line baru, maupun membuka layanan bongkar muat sejumlah pelayaran langsung atau direct call.

Sembilan layanan baru yang bersandar di IPC TPK itu seperti Kaiso Line, Mediterranian Shipping Company (MSC), Meratus Line, Bengal Tiger Line, Gold Star Line, Regional Container Lines (RCL), dan Kalypso Compagnia Di Navigazione (KCN).  

Selanjutnya, IPC TPK juga mulai melayani sejumlah pelayaran langsung atau direct call guna memangkas biaya logistik dan transit time. Pertama kali, IPC TPK melayani bongkar muat kontainer MV Atlantic Pioneer yang berlayar langsung ke Persian Gulf.

Setelah itu, pelayanan direct call dilanjutkan dengan bersandarnya MV MSC Tianshan dengan LOA 334 meter milik pelayaran MSC yang dilayani oleh IPC TPK. Saat itu, jumlah peti kemas yang dilayani sebanyak 2.000 boxes empty container, sejalan dengan program pemerintah mengatasi kelangkaan peti kemas dalam negeri.

Kemudian pada Juni 2022 lalu, IPC TPK kembali mencetak rekor baru dengan melayani MV Hammonia Lipsia milik pelayaran KCN yang berlayar langsung menuju dataran Mediterrania (Eropa).

David mengatakan ke depannya akan terus mendorong peningkatan produktivitas terminal melalui digitalisasi sistem operasional dan pelayanan berbasis planning and control. Tujuannya yakni untuk mendukung upaya Pelindo dalam mendorong sektor transportasi dan pergudangan.

"Di samping itu, kami juga mendukung pemerintah dalam menekan biaya logistik nasional dengan memangkas Port Stay & Cargo Stay di pelabuhan dengan pelayanan Berthing on Arrival," terangnya pada kesempatan terpisah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top