Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Revisi PoD Lapangan Gas Mako Disetujui, Conrad Boleh Full Ekspor ke Singapura

Lapangan Gas Mako, Blok Duyung yang terletak di Cekungan West Natuna memiliki contingent resources mencapai 297 miliar kaki kubik gas.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 November 2022  |  18:09 WIB
Revisi PoD Lapangan Gas Mako Disetujui, Conrad Boleh Full Ekspor ke Singapura
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Conrad Petroleum Ltd mengumumkan bahwa West Natuna Exploration Ltd, anak usahanya sekaligus operator blok migas lepas pantai Duyung PSC, telah menerima persetujuan tertulis dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ihwal revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) untuk Lapangan Gas Mako.

PoD yang sudah disetujui itu memperlihatkan peningkatan sumber daya mencapai 458 persen dan pertumbuhan signifikan pada tingkatan produksi gas selepas kegiatan pengeboran yang sukses pada 2019 lalu. Pod ini merupakan revisi dari PoD awal yang sudah disetujui pada 2018.

“Persetujuan ini menandai batu loncatan yang penting dalam pengembangan Lapangan Gas Mako untuk KKKS Duyung, dengan revisi PoD disetujui dan contingent resources naik 458 persen menjadi 297 miliar kaki kubik pascasuksesnya pengeboran apraisal,” kata Managing Director dan CEO Conrad Miltos Xynogalas melalui siaran pers, Selasa (8/11/2022).

PoD yang disetujui itu berdasar pada contingent resources lapangan mencapai 297 miliar kaki kubik dan produksi hariannya mencapai 120 MMsfcd. Selain itu, PoD itu juga mengizinkan ekspor produk gas dari lapangan itu ke Singapura lantaran belum tersedianya infrastruktur transmisi pada pasar domestik.

Adapun, pasar Singapura telah terhubung dengan pipa West Natuna Transportation System. Artinya, pemerintah memberi izin kepada Conrad untuk ekspor gas sampai dengan 100 persen pada pasar Singapura. Hanya saja, Conrad mesti mengalokasikan ekspor hingga 25 persen dari produksi gas ke pasar domestik setelah infrastruktur transmisi dalam negeri terbangun nantinya.

Pipa gas yang terhubung ke Singapura itu mempercepat pengembangan Lapangan Mako. Conrad pun menargetkan dapat memulai produksi gas pada 2025 mendatang. 

“Tahap selanjutnya dari pengembangan Mako adalah penyelesaian perjanjian jual beli gas dengan pembeli di Singapura, kami sedang menanti bekerja lebih lanjut dengan pemerintah untuk menyelesaikan negosiasi penjualan gas itu saat ini,” kata Xynogalas.

Conrad memegang 76,5 persen hak partisipasi di blok migas lepas pantai Duyung PSC bersama dengan Coro Energy Duyung (Singapura) Pte. Ltd (bagian dari Coro Energy Ltd yang terdaftar di London AIM, dengan 15 persen hak partisipasi) dan Empyrean Energy PLC (8,5 persen hak partisipasi) sebuah perusahaan yang didirikan di Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok migas gas bumi migas
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top