Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

6.888 Calon Haji di Jateng Batal Berangkat, Akibat Masa Tunggu 30 Tahun?

Kanwil Kemenag Jateng mencatat sebanyak 6.888 calon haji di Jateng memilih batal berangkat karena masalah usia dan kesehatan.
Solopos
Solopos - Bisnis.com 07 November 2022  |  21:16 WIB
6.888 Calon Haji di Jateng Batal Berangkat, Akibat Masa Tunggu 30 Tahun?
Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/7/2022). Sebanyak 450 jamaah haji kloter pertama asal Tuban kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 6.888 calon haji asal Jawa Tengah (Jateng) periode Januari-November 2022 memilih untuk membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci karena pertimbangan usia dan masalah kesehatan.

Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jateng Musta’in Ahmad mengatakan setiap kabupaten/kota telah menyampaikan data jumlah calon haji yang membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci. Mereka memiliki alasan yang berbeda-beda, tetapi mayoritas adalah masalah faktor usia dan kesehatan.

“Kalau sepanjang tahun ini tercatat reguler ada 6.706 orang dan haji khusus ada 179 orang,” kata Musta’in, Senin (7/11/2022).

Dia membantah apabila pembatalan keberangkatan tersebut sebagai dampak dari lamanya masa tunggu haji di Jateng yang mencapai 30 tahun.

Mustain berpendapat keputusan calon jemaah haji yang membatalkan keberangkan tersebut kurang bijak. Kendati demikian, hal itu merupakan hak masing-masing calon jemaah haji.

“Kurang bijak menggunakan alasan usia sebagai tolak ukur menarik itu [dana haji], karena usia di tangan Allah," ujarnya.

Dia mengimbau kepada calon jemaah haji yang berniat membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci untuk mempertimbangkan dengan matang keputusannya. Apalagi jika pembatalan ke Tanah Suci itu didasarkan atas ketakutan faktor usia.

“Insyaallah diberi kemudahan, misalnya masalah antrean, bisa saja ke depan ada penambahan kuota jadi bisa lebih cepat. Kemudian, kebijakan haji itu kan dinamis. Siapa tahu ada administrasi khusus untuk [calon haji] lansia [lanjut usia]. Jadi enggak perlu risau,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji jemaah haji Calon Haji jateng kemenag
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top