Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonomi Asia Timur Bisa Rugi Rp807 Triliun pada 2050, Kok Bisa?

Kerugian akibat banjir bisa mencapai US$52 miliar di tahun 2050 atau setara dengan Rp807 triliun.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 27 Oktober 2022  |  10:37 WIB
Ekonomi Asia Timur Bisa Rugi Rp807 Triliun pada 2050, Kok Bisa?
Konferensi Pers gelaran internasional Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) Forum 2022 di Atria Hotel, Tangerang, Rabu (26/10 - 2022) / BISNIS - Afiffah Rahmah Nurdifa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Jenderal Kebijakan Strategi Kementerian Lingkungan Kamboja Vann Monyneath mengungkap potensi kerugian yang akan dialami perekonomian di Asia Timur.

Monyneath yang juga merupakan Ketua Dewan Kemitraan Laut Asia Timur mewanti-wanti pemerintah di berbagai negara, pasalnya kerugian akibat banjir bisa mencapai US$52 miliar pada 2050 atau setara dengan Rp807 triliun.

"Kerugian akibat banjir terhadap perekonomian Asia Timur terus meningkat. Potensi kerugiannya naik dari US$6 miliar pada 2005 menjadi US$52 miliar pada 2050," kata Monyneath dalam Forum PEMSEA-PNLG 2022 di Atria Hotel, Tangerang, Rabu (27/10/2022).

Lebih lanjut, dia menekankan perlunya optimaslisasi pengembangan di wilayah pesisir sehingga menciptakan ekosistem blue economy atau ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

Dia memberi contoh pada tahun 2015, blue economy telah memberikan kontribusi hingga US$1,5 miliar dan berhasil memberikan pekerjaan kepada 61 juta orang. Tak hanya itu, ekosisitem pesisir dan lautan berkontribusi hingga US$2 triliun.

"Peran pemerintah daerah hendaknya memperkuat ketahanan pesisir melalui implementasi program Anda masing-masing dalam lingkup pengelolaan pesisir terpadu. Pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan wilayah pesisir dan laut tidak dapat diabaikan," kata Monyneath dalam

Namun, dia tak menampik bahwa beberapa tahun ke belakang telah terjadi ancaman seperti angin topan, kekeringan, kegagalan beternak, dan tantangan pencemaran lingkungan serta perubahan iklim lainnya.

Untuk itu, dalam gelaran Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) Forum 2022 ini, dia mengimbau para pemimpin daerah untuk menciptakan solusi pengembangan alternatif agar dapat diterapkan di berbagai negara.

Dalam hal ini, Desa Ketapang Mauk Tangerang menjadi salah satu percontohan wilayah pesisir yang sukses mengembangkan mangrove dan menjadi destinasi wisata sehingga memicu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai informasi, penyelenggaraan PEMSEA PNLG Forum 2022 ini akan berlangsung pada 25-29 Oktober 2022 di Kabupaten Tangerang dan dihadiri oleh 140 delegasi pemerintah daerah di 9 negara di lingkup Asia Timur. Negara tersebut di antaranya Malaysia, Filipina, Kamboja, Timor Leste, Korea Selatan, Jepang, China, Vietnam, dan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean asia timur banjir
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top