Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kementerian PUPR akan Bangun 3 Bendungan di IKN Nusantara

Tidak hanya Bendungan Sepaku Semoi, Kementerian PUPR juga akan menambah dua bendungan lagi di IKN.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Oktober 2022  |  13:45 WIB
Kementerian PUPR akan Bangun 3 Bendungan di IKN Nusantara
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Jokowi, dan Ketua DPR Puan Maharani meninjau lokasi Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Rabu (22/6 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan infrastruktur dasar pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.

Salah satu proyek yang ditinjau Jokowi ialah Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (25/10/2022).  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bendungan yang berada di Kecamatan Sepaku ini nantinya akan diproyeksikan sebagai infrastruktur penyediaan kebutuhan air baku dan pengendalian banjir di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Tidak hanya Bendungan Sepaku Semoi, Basuki mengungkapan bahwa pihaknya akan menambah dua bendungan lagi di IKN yaitu Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu.

"Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi penyediaan air baku IKN masih cukup hingga 2030. Ke depan kita juga akan tambah dengan membangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu. Sementara untuk pengendalian banjir di IKN jaringan drainase-nya sedang kita desain untuk segera dikerjakan," kata Basuki dalam keterangan resminya, Selasa (25/10/2022).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko menambahkan bendungan Sepaku Semoi memiliki daya tampung sebesar 10,6 juta m3 ini akan dioptimalkan sebagai infrastruktur penyedia air baku bagi IKN Nusantara dengan kapasitas 2.500 liter per detik. Di samping itu, Bendungan Sepaku Semoi juga dapat mengendalikan banjir di kawasan IKN Nusantara hingga 55.26 persen.

Hingga saat ini, progres konstruksi Bendungan Sepaku Semoi telah mencapai 74,32 persen. Dengan pekerjaan meliputi persiapan, bangunan pengelak, bendungan utama, bangunan pelimpah, bangunan pengambilan, serta pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal.

Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak hingga 2023 senilai Rp556 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya - PT Sacna dan PT BRP (KSO).

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan Intake Sungai Sepaku berkapasitas 3000 liter per detik dan juga pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendungan Sepaku Semoi dengan potensi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter per detik.

“Sesuai kontrak, bendungan ini ditargetkan selesai pada akhir 2023, namun berdasarkan arahan Menteri PUPR, akan dipercepat. Sehingga pada awal 2023 sudah impounding. Nanti akan ditambahkan juga penghijauan, serta lerengnya dibuat tidak terlalu curam," jelasnya.

Selain meninjau pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Basuki juga meninjau infrastruktur dasar pendukung KIPP IKN Nusantara lainnya, seperti Kawasan Titik Nol Nusantara yang menjadi koordinat referensi lokasi pembangunan kompleks Istana Negara, infrastruktur IKN, Kantor-Kantor Pemerintahan, dan tahapan pembangunan selanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi juga mengunjungi land development yang nantinya akan dipetakan menjadi kawasan KIPP, serta Kawasan Persemaian Mentawir yang direncanakan sebagai program rehabilitasi hutan di sekitar IKN Nusantara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan IKN ibu kota negara Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top