Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

LRT Palembang Proyek Gagal? Kemenhub: Penumpang Tembus 2,35 Juta

Kemenhub menuturkan penumpang LRT Palembang mencapai 2,35 juta orang hingga Oktober 2022 usai dianggap sebagai proyek gagal.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 25 Oktober 2022  |  13:44 WIB
LRT Palembang Proyek Gagal? Kemenhub: Penumpang Tembus 2,35 Juta
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudirn
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang yang dilayani oleh LRT Palembang mencapai 2,35 juta penumpang hingga Oktober 2022.

Plt. Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulmafendi menuturkan adanya pertumbuhan jumlah penumpang Light Rail Transit (LRT) Palembang hingga 47 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kendati belum menyamai level prapandemi, Zulmafendi optimistis bahwa tren peningkatan tingkat keterisian LRT Sumsel akan terus berlanjut seiring dengan beragam program yang dijalankan oleh DJKA Kemenhub. 

"Peningkatan jumlah perjalanan menjadi 94 perjalanan/hari juga telah kami lakukan sehingga hari ini dapat kita lihat bersama bahwa LRT Sumsel sudah dipenuhi oleh masyarakat Palembang yang ingin menuju tempat aktivitasnya, terutama pada jam-jam sibuk," ujarnya dalam siaran pers, Senin (24/10/2022).

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatra Selatan (BPKARSS) Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Dedik Tri Istiantara, mencatat bahwa volume penumpang LRT Palembang melonjak signifikan, khususnya setelah adanya layanan angkot pengumpan (feeder) New Oplet Musi Emas sejak Juni 2022. 

"Peningkatan penumpang per stasiun mencapai 26 persen di Stasiun Punti Kayu dan tertinggi hingga 40 persen di Stasiun Asrama Haji," ujarnya dalam siaran pers, Senin (24/10/2022).

Untuk diketahui, peluncuran angkot tersebut merupakan kerja sama antara BPKARSS, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Bangka Belitung, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Selatan. 

Berdasarkan data BPKARSS, rata-rata penumpang harian LRT Sumsel pada Juli hingga Oktober 2022 meningkat ke 9.066 penumpang per hari sejak peluncuran angkot feeder. Sebelumnya rata-rata penumpang harian pada Januari-Juni 2022 yakni 7.239 penumpang per hari. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melontarkan kritik terhadap kereta ringan di Palembang itu. Menurutnya, LRT belum dibutuhkan untuk transportasi masyarakat sekitar.

Kang Emil, sapaannya, mengaku sempat mengkritik pembangunan LRT Palembang yang dinilai belum dibutuhkan oleh masyarakat di sana. Namun, terang Emil, opininya kalah dengan kepentingan politik untuk menyukseskan event Asian Games yang amat kuat.  

"Nah, sekarang apa yang terjadi? Nggak ada penumpangnya, itu Rp9 triliun," ujarnya di Fablab Correctio Jababeka, Cikarang, Jumat (21/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LRT Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top