Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelni: Jumlah Penumpang Bisa Naik 2 Kali Lipat saat Libur Nataru

Pelni memprediksi jumlah penumpang bisa mengalami kenaikan hingga 2 kali lipat saat libur Nataru tahun ini.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Yahya Kuncoro di Kapal Kelud, Jumat (21/10/2022). / Bisnis - Khadijah Shahnaz
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Yahya Kuncoro di Kapal Kelud, Jumat (21/10/2022). / Bisnis - Khadijah Shahnaz

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memproyeksi adanya kenaikan jumlah penumpang hampir dua kali lipat pada saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Yahya Kuncoro menuturkan kenaikan tersebut belum bisa mengimbangi jumlah penumpang sebelum pandemi atau pada 2019.

"Kami memprediksi jumlah penumpang mencapai 451.000 atau naik 99 persen dari penumpang Nataru tahun lalu," ujar Yahya kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

Dia juga mengatakan saat ini Pelni sudah menyiapkan 26 kapal penumpang dan 44 kapal perintis untuk menghadapi libur Nataru, yang akan terselesaikan pada November 2022. Hal ini pun sejalan dengan pelayaran periode Nataru yang berlangsung pada 11 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

Selain itu, Pelni juga telah mempersiapkan tiket untuk penumpang melalui digitalisasi atau e-ticketing. Pemesanan tiket sudah bisa dilakukan H-30 sebelum keberangkatan melalui saluran atau agen perjalanan yang sudah bekerja sama dengan Pelni.

" Bisa juga melalui website kita, jadi sistem pembayaran sudah cashless semua," jelas Yahya.

Sebelumnya, Pelni menargetkan peningkatan laba dari 2022 hingga 2024. Dalam dua tahun ke depan, perseroan ditargetkan bisa mencetak laba sebesar Rp335,03 miliar.

Optimisme Direktur Utama Pelni Tri Andayani berasal dari pencapaian perseroan yang telah membukukan laba per Agustus 2022 sebesar Rp152,47 miliar, atau sudah melampaui dari RKAP 2022 yakni Rp148,58 miliar.

Tri mengatakan ke depannya laba akan terus ditingkatkan. Salah satu caranya, yakni dengan menyeimbangkan proporsi pendapatan antara penugasan dari negara dan komersial.

“Sampai Agustus 2022 kami membukukan laba Rp152,47 miliar, di mana meningkat atau mencapai 150 persen dari RKAP 2022. Kami tetap jaga antar proporsi komersial dan penugasan ditingkatkan yakni komersial menjadi lebih tinggi 53,5 persen dan penugasan 46,7 persen [di 2024]," tuturnya saat media visit di Bisnis Indonesia, Rabu (12/10/2022).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Khadijah Shahnaz
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper