Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

World Bank Guyur Rp3,8 Triliun Buat Proyek BRT di Bandung dan Medan

World Bank menyalurkan pinjaman hingga Rp3,8 triliun untuk proyek BRT di Bandung dan Medan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  19:49 WIB
World Bank Guyur Rp3,8 Triliun Buat Proyek BRT di Bandung dan Medan
Bus Rapid Transit - Miovision.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah merealisasikan pinjaman dari Bank Dunia atau World Bank senilai US$264 juta atau sekitar Rp3,8 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS) dalam mengembangkan angkutan massal perkotaan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung dan Medan.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Suharto menjelaskan total pinjaman yang didukung oleh world bank tersebut digunakan untuk kepentingan belanja modal (capital expenditure/capex) di Kementerian Perhubungan untuk membangun trayek BRT disertai sejumlah infrastruktur pendukungnya. Misalnya jalur khusus untuk BRT, Halte, pejalan kaki, sistem teknologi, depo, dan lainnya.

“Saat ini sudah berproses penandatanganan dengan World Bank sudah dilakukan pada akhir Agustus 2022 dan berlaku efektif setelah 45 hari. Saat ini pun berproses untuk Detail Engineering Desaign [DED] hingga konstruksi,” terangnya, Kamis (20/10/2022).

Sementara untuk pembangunan BRT di kota lainnya akan tergantung dengan kajian lembaga dan pihak lain yang bakal memberikan dukungan pendanaan. Percepatan proyek dilakukan dengan mengacu kepada target RPJMN hingga 2024 yang harus menuntaskan sebanyak 6 kota metropolitan kecuali Jakarta.

Pemerintah Swiss mendorong implementasi pembiayaan yang konkret dari sejumlah pihak atas hasil studi kelayakan pengembangan program Bus Rapid Transit (BRT) di 6 kota Indonesia.

Duta Besar Swiss Kurt Kunz menyampaikan Swiss bersama dengan Jerman mendukung pengembangan angkutan massal perkotaan di Indonesia yang diimplementasikan lewat pengembangan koridor Bus BRT. Pengembangan BRT dilakukan untuk Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru, dan Batam sebagai tulang punggung angkutan masal perkotaan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Proyek ini telah berhasil mengembangkan studi kelayakan yang komprehensif di 5 kota tersebut yang selanjutnya harus dapat diimplementasikan di lapangan. Pemerintah Swis memberikan bantuan kepada Kemenhub untuk menghubungkan studi kelayakan tersebut pembiayaan yang konkret.

"Saat ini, Kota Bandung sebagai Kota pelopor telah berhasil mendapatkan pembiayaan dari World Bank untuk mengimplementasikan sistem Bus Rapid Transit berikutnya kota Makassar dan Semarang diharapkan akan menyusul dalam waktu dekat," ujarnya, Kamis (20/10/2022).

Dia menyebut pada 2022 merupakan tahun yang penting bagi Indonesia dengan diselenggarakannya Presidensi G20 yang mengusung semangat pulih bersama. Bersamaan dengan tema Presidensi G20, salah satu sektor kunci dalam semangat pemulihan bersama ini adalah transportasi bukan hanya karena kaitannya dengan mobilitas manusia tapi juga konektivitas perdagangan dan pada akhirnya juga ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brt Bus Rapid Transit world bank
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top