Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Soal Larangan Jual Obat Sirop, GP Farmasi Tunggu Hasil Penyelidikan

Peredaran obat sirop anak dilarang sementara mengikuti penyelidikan terkait kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  13:27 WIB
Soal Larangan Jual Obat Sirop, GP Farmasi Tunggu Hasil Penyelidikan
Ilustrasi obat sirop - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) tidak berkomentar banyak mengenai larangan menjual dan meresepkan obat sirup anak-anak menyusul temuan kasus gangguan ginjal akut baru-baru ini. Asosiasi masih menunggu hasil penelitian dari pihak otoritas.

Ketua Komite Pengembangan Perdagangan dan Industri Bahan Baku GPFI, Vincent Harijanto mengatakan pihaknya saat ini hanya bisa menunggu hasil penyelidikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan beberapa institusi lain. 

"Posisi kami adalah menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut yang sedang dilakukan oleh Kemenkes," kata Vincent ketika dihubungi Bisnis, Kamis (20/10/2022). 

Sebagaimana diketahui penyelidikan dilakukan oleh Kemenkes bersama-sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Baik larangan maupun perihal penyelidikan tersebut tertuang dalam SE No. SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Dalam edaran tersebut dijelaskan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan mesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/syrup sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah.

Selain itu, seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah. 

Sebelumnya badan kesehatan dunia (WHO) menarik 4 sirup obat produksi Maiden Pharmaceutical Ltd, India karena memicu kematian pada anak.

Keempat jenis sirup yang ditarik WHO itu antara lain Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri ginjal gagal ginjal penyakit ginjal obat farmasi emiten farmasi industri farmasi GP Farmasi
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top