Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Krisis Properti, Crazy Rich China Pilih Beli Rumah Mewah di Singapura

Penjualan properti mewah di Singapura didominasi oleh taipan China yang telah membeli 85 unit mewah sepanjang 2022.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  13:03 WIB
Imbas Krisis Properti, Crazy Rich China Pilih Beli Rumah Mewah di Singapura
Singapura - Pegipegi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Orang kaya China menjadi konsumen terbanyak yang menyerap pasar properti mewah di Singapura. Padahal, ada kenaikan pajak tempat tinggal untuk warga asing di negara tersebut yang semula 20 persen kini menjadi 30 persen.

Masifnya pembelian properti oleh warga asing di Singapura dipicu oleh pelonggaran kunjungan wisatawan dan kondisi mata uang yang relatif menguat.

Kepala Penelitian dan Konsultan ERA Realty Network Nicholas Mak mata uang Singapura terkenal dengan stabilitas yang kuat sehingga mendorong orang asing untuk memarkirkan aset di negara tersebut.

"Ketika Anda berinvestasi di aset Asing, Anda ingin memastikan bahwa mata uang tidak melemah 30 persen ketika Anda ingin keluar," kata Nicholas, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (7/10/2022).

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority dan Property Consultancy OrangeTee & Tie menyebutkan jumlah properti mewah di Singapura tahun ini telah melampui penjualan sebelum pandemi pada 2019 sebanyak 282 unit dan 322 unit pada 2018.

Sepanjang 2022, diketahui sebanyak 85 unit mewah telah dibeli orang China. Di sisi lain, warga asing lain yang minat beli properti di Singapura berasal dari Amerika Serikat dengan pembelian 34 unit dan 28 unit dibeli oleh warga Indonesia.

Pada Juni lalu, taipan China telah menghabiskan lebih dari US$85 juta atau Rp1,2 trliun untuk 20 unit baru di pusat Singapura. Sementara konsumen asal China lainnya membeli empat unit lain dengan harga mencapai US$ 60 juta atau Rp950 miliar.

Di tengah krisis properti China yang ditandai dengan penjualan merosot, kegagalan pengembang dalam membayar utang, dan kepercayaan konsumen yang memburuk, harga properti di Singapura justru cenderung mengalami peningkatan secara bertahap.

Sebagai informasi, properti di Singapura sudah lama menjadi magnet bagi orang kaya. Sebab, negara ini memiliki kondisi politik yang stabil, mata uang yan gkuat, dan memiliki reputasi baik sebagai negara yang aman untuk penyimpanan aset.

Sejak pembukaan perbatasan, harga sewa dan beli rumah di Singapura terus meningkat. Bahkan penjualan rumah susun subsidi pemerintah menunjukkan angka yang melewati jutaan dolar.

Hal ini membuat pemerintah memperketat batas pinjaman untuk rusun umum untuk mengurangi permintaan. Di sisi lain, sewa rumah di negara tersebut pun meningkat ke level tertinggi dan menjadi salah satu kota properti termahal di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura properti singapura china ekonomi china
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top