Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Beras Perum Bulog Terus Menyusut 3 Bulan Terakhir

Sejak Agustus hingga September 2022, pasokan beras milik Perum Bulog telah menyusut 248.224 ton.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  10:13 WIB
Pasokan Beras Perum Bulog Terus Menyusut 3 Bulan Terakhir
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara - Ruth Intan Sozometa Kanafi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pasokan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam 3 bulan terakhir terus mengalami penurunan, tercatat per 3 Oktober 2022 berada di posisi 798.013 ton.

Dalam laporan Perkembangan Harga, Inflasi, dan Stok Indikatif Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, pasokan beras pada Agustus 2022 mencapai 1,04 juta ton dengan ketahanan 13,4 bulan.

Sementara itu, pada September 2022 pasokan beras mencapai 861.966 ton dengan ketahanan 10,8 bulan. Bila menarik angka dari Agustus 2022, artinya pasokan telah menyusut 248.224 ton.

Seiring berkurangnya pasokan beras, harga komoditas tersebut terkerek naik yang diakibatkan beberapa faktor seperti adanya pembelian rush untuk bansos, hingga naiknya harga gabah.

“Selain itu, saat ini mulai memasuki musim panen gadu dimana produksi petani lebih sedikit dibandingkan musim panen raya. Namun kualitas gabah lebih baik, sehingga harga gabah atau beras di petani mengalami kenaikan,” tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (5/10/2022).

Pada awal pekan pertama Oktober ini, harga beras di tingkat eceran nasional naik 2,86 persen dari bulan lalu untuk medium menjadi Rp10.800/kg, sementara untuk premium naik 1,59 persen menjadi Rp12.800/kg.

Kenaikan harga beras berdampak pada andil inflasi pada Agustus 2022 sebesar 0,02 persen, sementara andil inflasi pada September 2022 mencapai 0,04 persen.

Untuk itu, beberapa pihak terus mendorong Perum Bulog untuk menambah pasokan sesuai dengan target pemerintah dengan stok sebesar 1-1,5 juta ton.

“Karena Perum Bulog itu harus di top up minimal kata Pak Ketua Komisi [IV DPR, Sudin] antara 1,2 -1,5 juta ton, itu minimal, baru aman,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat mengunjungi Food Station Cipinang, Senin (3/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Stok Beras Beras Bulog Harga Beras
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top