Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Kunjungan Jokowi dan Xi Jinping, Begini Progres Kereta Cepat

Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping akan meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada November. Bagaimana progres proyek kereta cepat?
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  07:40 WIB
Jelang Kunjungan Jokowi dan Xi Jinping, Begini Progres Kereta Cepat
Presiden Jokowi meninjau progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), Senin (17/1/2022), di Purwakarta, Jabar - Humas Setkab - Agung\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping akan meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada November 2022 atau saat berlangsungnya KTT G20 di Indonesia.

Rencana kunjungan kedua kepala negara ke proyek Kereta Cepat disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dia menyebut, kedua Presiden rencananya akan meninjau proyek KCJB dengan menaiki kereta inspeksi.

“Suatu kebanggaan bahwa Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kereta cepat,” ujar Menhub saat meninjau Stasiun KCJB seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenhub, Sabtu (1/10/2022).

Menhub mengatakan, hal yang menjadi fokus utama penyelesaian KCJB yang membentang dari Stasiun Halim - Stasiun Karawang - Stasiun Padalarang - Stasiun dan Depo Tegalluar, adalah dari Stasiun Halim Jakarta sampai dengan Stasiun Padalarang. Alasannya, karena Stasiun Padalarang akan menjadi stasiun perjumpaan antara kereta cepat dengan kereta feeder KCJB yang akan menuju Stasiun Bandung.

“Kita targetkan perjalanan kereta cepat dari Jakarta ke Bandung akan menempuh waktu 52 menit. Dari Jakarta ke Padalarang 30 menit dan dari Padalarang ke Bandung (menggunakan kereta feeder) 22 menit,” ujarnya.

Sebelum meninjau proyek KCJB, Menhub juga meninjau Stasiun Padalarang yang tengah dilakukan sejumlah pembangunan prasarana perkeretaapian, untuk memperlancar perjalanan kereta feeder KCJB dari Stasiun Padalarang – Stasiun Cimahi – Stasiun Bandung.

Pemerintah tengah melakukan sejumlah pembangunan seperti penataan rel (emplasemen) di stasiun-stasiun antara Padalarang – Bandung, dan penanganan perlintasan sebidang dengan membangun Flyover dan Jembatan Penyeberangan Orang di tiga titik yaitu di Ciroyom, Cimindi dan Pusdikpom, Cimahi.

Selain untuk kereta feeder KCJB, jalur Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung yang merupakan kawasan heritage ini juga dilalui oleh kereta api lokal Bandung Raya yang dioperasikan oleh PT KAI Commuter. Jalur KA Padalarang - Bandung ini melewati sejumlah stasiun yakni Stasiun Gadobangkong, Stasiun Cimahi, Stasiun Cimindi, Stasiun Andir, Stasiun Ciroyom, dan Stasiun Bandung.

Pembangunan infrastruktur KCJB dilakukan dalam rangka menciptakan sistem transportasi yang lebih cepat, efisien, ramah lingkungan, dan juga terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Selain itu, dengan penggunaan teknologi yang tinggi, diharapkan terjadi transfer/alih pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas SDM nasional dan juga membuka banyak lapangan pekerjaan.

Lantas, bagaimana progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjelang kunjungan Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping?

Berdasarkan data PT KCIC, progres proyek KCJB hingga saat ini sudah mencapai 86 persen. Ditargetkan, proyek ini akan dilakukan uji coba pada Maret 2023 dan beroperasi pada bulan Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat proyek kereta cepat jakarta-bandung Jokowi xi jinping
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top