Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri Proyeksi Inflasi Sentuh 6,27 Persen Akhir 2022

Ekonom Bank Mandiri menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berkontribusi besar terhadap kenaikan inflasi September 2022 yang menjadi 5,95 persen.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  15:36 WIB
Bank Mandiri Proyeksi Inflasi Sentuh 6,27 Persen Akhir 2022
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menilai bahwa laju inflasi masih akan mengalami kenaikan hingga akhir 2022 mencapai 6,27 persen, akibat masih adanya efek kenaikan harga BBM terhadap barang dan jasa lainnya.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menilai bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berkontribusi besar terhadap kenaikan inflasi September 2022 yang menjadi 5,95 persen (year-on-year/YoY). Hal itu tercermin dari inflasi administered price yang naik menjadi 13,28 persen (YoY).

Menurutnya, inflasi masih akan meningkat hingga akhir tahun karena kenaikan harga BBM tidak hanya memberikan first round effect terhadap inflasi administered price. Akan terdapat second round effect terhadap harga barang dan jasa lainnya.

"Kami terus memperkirakan inflasi akan tetap tinggi di sisa tahun 2022, naik di atas 6 persen secara tahunan. Hal ini terutama disebabkan oleh membaiknya permintaan [demand-pull inflation] di tengah pelonggaran PPKM," tulis Faisal dalam risetnya, Senin (3/10/2022).

Menurut Faisal, inflasi utama dan inflasi inti masih dapat memanas dalam beberapa bulan ke depan. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa belum semua kota melakukan penyesuaian tarif jasa transportasi di tengah penyesuaian harga BBM, sehingga menurut Faisal terdapat risiko tekanan inflasi pada bulan-bulan berikutnya.

Bank Mandiri pun menilai bahwa akan terjadi kenaikan harga pangan dan energi yang menyusul penyesuaian harga BBM bersubsidi, atau merupakan cost-push inflation.

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan tingkat inflasi akan mencapai 6,27 persen pada akhir tahun 2022 [dibandingkan dengan 1,87 persen pada 2021]," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi tekanan inflasi bank mandiri ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top