Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi September 2022 Tembus 1,17 Persen Gara-Gara Harga BBM Naik

BPS mengumumkan inflasi pada September 2022 sebesar 1,17 persen (month-to-month/mtm) atau tertinggi sejak Desember 2014.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  12:27 WIB
Inflasi September 2022 Tembus 1,17 Persen Gara-Gara Harga BBM Naik
Cara mencari SPBU Pertamina terdekat - freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi pada September 2022 sebesar 1,17 persen (month-to-month/mtm) dan secara tahunan menembus 5,95 persen. 

"Inflasi September sebesar 1,17 persen, tertinggi sejak Desember 2014," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).

BPS mencatat komoditas utama penyumbang inflasi adalah harga BBM, beras dan tarif angkutan dalam kota. Margo menyebut sektor transportasi memberikan andil sebesar 1,08 persen terhadap inflasi September 2022.

“Karena kenaikan BBM dan juga di sektor transportasi. Sementara dapat diredam oleh kelompok makanan dan minuman, tembakau di September yang mengalami deflasi," kata Margo dalam keterangan pers, Senin (3/10/2022).

Dia menyampaikan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok transportasi adalah bensin dengan andil 0,89 persen month-to-month, angkutan dalam kota 0,09 persen, solar 0,03 persen.

Kemudian, angkutan antar kota memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, tarif kendaraan roda 2 memberi andil 0,02 persen dan kendaraan roda 4 online 0,01 persen.

Lebih lanjut, Margo menyebut kelompok makanan, minuman dan tembakau berkontribusi terhadap deflasi sebesar 0,08 persen pada September 2022. Komoditas tersebut yaitu bawang merah, cabai merah, minyak goreng, tomat, cabai rawit, dan ikan segar.

Berdasarkan pantauan terhadap 90 kota, BPS mencatatat bahwa inflasi sebesar 1,17 persen tertinggi sejak 2014, di mana waktu itu inflasi sebesar 2,46 persen sebagai akibat kenaikan BBM pada November 2014.

Margo menambahkan, dari 88 kota yang mengalami inflasi, tertinggi di Bukit Tinggi 1,87 persen. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga bensin sebesar 0,81 persen, beras memberikan andil 0,35 persen, angkutan dalam kota 0,18 persen dan angkutan antar kota.

Sementara itu, inflasi terendah di Merauke 0,07 persen. Adapun, 2 kota yang deflasi adalah Manokwari 0,64 persen dan Timika 0,59 persen.

“Sebaran inflasi di pulau Sumatra ada di Bukit Tinggi 1,87 persen, di Jawa tertinggi di Kudus 1,65 persen di Kalimantan tertinggi di Singkawang 1,66 persen, Sulawaesi di Palopo 1,74 persen, Bali Nusa Tenggara di Kupang 1,82 persen, untuk Maluku dan Papua inflasi tertinggi di Sorong 1,49,” ujar Margo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi BPS Harga BBM inflasi indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top