Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Listrik Nonsubsidi Tak Naik—Fakta di Balik Krisis Ekonomi Inggris

Berita pilihan BisnisIndonesia.id, yaitu mulai dari pemerintah tak ubah harga listrik nonsubsidi hingga fakta tragis dan menyedihkan di balik krisis Inggris
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 September 2022  |  09:57 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Listrik Nonsubsidi Tak Naik—Fakta di Balik Krisis Ekonomi Inggris
Warga melakukan pengisian listrik prabayar di Jakarta, Senin (13/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memutuskan tidak mengubah tarif tenaga listrik untuk 13 kelompok pelanggan nonsubsidi sampai 31 Desember 2022, meskipun realisasi parameter ekonomi makro mengalami kenaikan.

Artinya, tarif tenaga listrik untuk 13 kelompok pelanggan nonsubsidi tersebut pada periode Oktober—Desember 2022 atau kuartal IV/2022 mengacu pada tarif kuartal III/2022, kendati untuk penyesuaian tarif (tariff adjustment) hingga akhir tahun ini menggunakan realisasi indikator Mei—Juli 2022.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangannya menyebutkan bahwa realisasi parameter ekonomi makro periode Mei—Juli 2022 sebenarnya mengalami sedikit kenaikan jika dibandingkan dengan kuartal III/2022, sehingga tarif listrik kuartal IV/2022 seharusnya mengalami kenaikan.

Namun, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik kuartal IV/2022 untuk pelanggan nonsubsidi tetap mengacu pada tarif kuartal III/2022 atau tidak mengalami kenaikan sampai akhir tahun ini.

Berita tentang tarif listrik nonsubsidi yang tak mengalami kenaikan menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin (19/9/2022). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

 

Berikut ini highlight BisnisIndonesia.id:

 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas Awan

Nada optimisme pertumbuhan ekonomi masih nyaring seiring dengan prospek cerah lembaga internasional terhadap pertumbuhan PDB Indonesia. Namun, efek domino dari penaikan harga BBM patut diwaspadai menjadi ganjalan bagi pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) baru saja merilis laporan sementara untuk pertumbuhan tahun ini dan tahun depan, OECD Economic Outlook Interim Report September 2022 pada Senin (26/9/2022).

Dalam laporan tersebut, Indonesia diprediksi akan tumbuh 5 persen pada tahun ini, lebih tinggi 0,3 persen dibandingkan dengan prospek OECD pada Juni. Pada 2023, pertumbuhan PDB Indonesia diramalkan mencapai 4,8 persen, lebih tinggi 0,1 persen daripada prospek sebelumnya. 

 

Simulasi Keuntungan ORI022, Bisa Dapat Rp22 Juta Sebulan!

Pemerintah telah resmi memulai masa penawaran instrumen surat berharga negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI022 sejak Senin (26/9) lalu hingga Kamis (20/10) mendatang. Kupon yang diberikan pun tergolong tinggi, yakni 5,95 persen per tahun.

Tingkat kupon seri ini adalah yang tertinggi di antara seri SBN ritel lainnya yang sudah terbit tahun ini. Kupon tertinggi sebelumnya diberikan kepada seri sukuk ritel (SR) SR017 yang terbit pertengahan September 2022 ini, yakni 5,90 persen per tahun.

Adapun, kupon yang diberikan kepada ORI022 bersifat tetap atau fixed. Artinya, kuponnya tidak akan berubah hingga jatuh tempo atau dalam 3 tahun ke depan. Ini berbeda dibanding SBN ritel jenis saving bond retail (SBR) atau sukuk tabungan (ST) yang bersifat mengambang dengan batas bawah (floating with floor).

Pada seri SBR dan ST, kupon akan meningkat mengikuti tingkat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 Day Reverse Repo Rate. Dengan demikian, naiknya BI 7DRR sebesar 50 bps bulan ini bakal menjadikan kupon seri-seri SBR dan ST yang masih aktif meningkat 50 bps pula. 

 

Tarif Listrik 13 Pelanggan Nonsubsidi Tetap Sampai Desember 2022

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan harga patokan batu bara (HPB) yang dihitung secara 3 bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

“Kementerian ESDM juga mendorong agar PLN terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi operasional dan memacu penjualan tenaga listrik secara lebih agresif,” kata Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dikutip Rabu (28/9/2022).

Dia berharap agar realisasi parameter ekonomi makro dapat mengalami penurunan tahun depan sehingga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dapat kembali ke posisi normal. Dengan demikian, tarif tenaga listrik dapat kembali disesuaikan.

 

 

Tak Cukup Instruksi, Mobil BBM Bakal Disetop Produksi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar kendaraan dinas instansi pemerintah, termasuk di daerah, menggunakan kendaraan listrik baterai untuk mendorong elektrifikasi sarana transportasi. Bahkan, pemerintah juga mewacanakan setop produksi mobil berbahan bakar minyak  (BBM).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah per tanggal 13 September 2022.

Instruksi presiden ini langsung berlaku pada tanggal yang sama ketika dikeluarkan. Instruksi ini bertujuan percepatan memacu penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah (pemda).

Instruksi tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet (Seskab), Kepala Staf Kepresidenan, Jaksa Agung RI, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Kepala Lembaga Pemerintah Nonkementerian, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Gubernur, serta Bupati/Wali Kota.

 

Fakta Tragis dan Menyedihkan di Balik Krisis Ekonomi Inggris

Krisis ekonomi yang sedang melanda Inggris memunculkan kisah tragis dan menyedihkan. Siswa sekolah sampai harus mengunyah karet demi menahan lapar atau pura-pura makan dari kotak makanan yang tidak ada isinya. Namun, di luar kisah tragis itu, Inggris mencatatkan kemampuan bangkit setelah digoyang sejumlah krisis ekonomi di masa lalu.

Selama ini kisah seorang ibu yang pura-pura memasak dengan menjerang batu, agar anaknya lupa pada rasa lapar, merupakan cerita klasik tentang derita kelaparan rakyat miskin. Kini, kejadian di Inggris, menjadi kisah kontemporer yang menggambarkan bagaimana warga miskin mencoba bertahan walau dengan cara tidak masuk akal sekalipun.

Akibat resesi yang berlangsung di Inggris, tidak sedikit murid-murid sekolah yang memilih bermain ke taman saat makan siang tiba. Mereka tidak mampu membeli makanan akibat situasi resesi yang mendera Inggris. Bahkan, seperti dilaporkon kepala sekolah di Inggris, ada siswa yang rela mengunyah karet untuk menahan rasa lapar.

Banyak sekolah di Inggris menjadi saksi atas situasi menyedihkan pada anak-anak yang kelaparan. Salah satu sekolah di Lewisham, London Tenggara, melaporkan ada anak yang berpura-pura makan dari kotak kosong. Hal itu dilakukan agar dia tidak diketahui temannya bila tidak membawa makanan dari rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Harga BBM tarif listrik inggris surat utang
Editor : Jaffry Prabu Prakoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top