Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AirAsia Ride Dikabarkan Mau Mengaspal di Indonesia, Ini Kata Kemenhub

Kementerian Perhubungan buka suara terkait rencana masuknya Airasia ke bisnis ride hailing di Indonesia, layaknya Gojek, Grab, dan Maxim.
AirAsia/Bloomberg
AirAsia/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku belum mengetahui soal rencana masuknya AirAsia Super App ke bisnis ride-hailing di Indonesia.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Suharto menyebut sampai saat ini belum tahu menahu soal rencana tersebut. Saat ini, layanan AirAsia Ride baru beroperasi di negara tetangga yakni Malaysia.

"Hingga saat ini kami belum tahu adanya rencana operasional tersebut," kata Suharto, dikutip Senin (26/9/2022).

Adapun, perizinan pengoperasian aplikasi online seperti AirAsia Super App itu melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sebelumnya, dilansir dari Channel News Asia (CNA), AirAsia mengungkap rencana ekspansinya ke bisnis ride-hailing yang bisa diakses melalui aplikasi ponsel. Salah satu destinasinya yakni Bali, yang merupakan destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara.

AirAsia Super App mengatakan tengah bersiap untuk merekrut pengemudi di Bali yang berorientasi terhadap pelayanan dan interaksi yang baik dengan wisatawan.

"DNA kami ada di bisnis perjalanan. Kami mengetahui bisni tersebut dengan baik, kami mengetahui perilaku wisatawan, kami tahu aspek-aspek ekosistem yang diharapkan oleh orang-orang saat melakukan perjalanan wisata," kata Country Head AirAsia Super App Delly Nugraha kepada CNA, Senin (12/9/2022).

Kendati belum ada kejelasan mengenai masuknya AirAsia sebagai pesaing dari Gojek, Grab, maupun Maxim, pengemudi ojek online mengaku bakal tertarik untuk bergabung dengan layanan yang dikembangkan oleh Capital A (awalnya AirAsia Group) itu.

Untuk diketahui, AirAsia Super App menawarkan kepegawaian tetap kepada pengemudi yang ingin bergabung. Untuk itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menyambut positif jika hal tersebut terealisasi.

Menurut Igun, sistem kepegawaian tetap yang ditawarkan oleh AirAsia Super App menjadi daya tarik di tengah permintaan pengemudi ojek daring untuk diangkat sebagai pekerja, bukan sekadar mitra.

"Dengan masuknya AirAsia SuperApp dalam ekosistem bisnis digital transportasi di Indonesia dengan konsep berbeda dari aplikator yang sudah eksisting saat ini yang menerapkan sistem kemitraan lalu AirAsia SuperApp akan menerapkan konsep sistem kepegawaian tetap atau menjadi karyawan bagi para pengemudi ojek daringnya merupakan hal yang patut disambut secara positif," kata Igun, Minggu (25/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper