Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Bandara Sepi Penumpang, Ini Upaya Kemenhub

Kemenhub menjelaskan upaya terkait dengan bandara yang sepi penumpang.
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, Jawa Tengah. Dengan landas pacu yang telah dibangun sepanjang 1.500 meter saat ini, Bandara Ngloram sudah mampu didarati pesawat jenis ATR-72, Minggu (3/1/2021). /Kemenhub
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, Jawa Tengah. Dengan landas pacu yang telah dibangun sepanjang 1.500 meter saat ini, Bandara Ngloram sudah mampu didarati pesawat jenis ATR-72, Minggu (3/1/2021). /Kemenhub

Bisnis com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya mendorong rute penerbangan ke sejumlah bandara sepi penumpang dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP).

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin akan terus mengupayakan agar para maskapai, kembali membuka rute-rute penerbangan untuk melayani penumpang dari dan menuju sejumlah bandara yaang sebelumnya terhenti akibat proses revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma.

Dia menyebutkan seperti Bandara Ngloram di Blora, Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga dan Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya. Sebelum terjadinya pandemi dan sebelum Bandara berkode HLP direvitalisasi, bandara-bandara ini sudah beroperasi dan melayani rute penerbangan.

Namun, dengan adanya penutupan sementara Bandara Halim ini, tentunya berdampak kepada sejumlah rute penerbangan pesawat propeller dari Halim menuju bandara-bandara lainnya seperti Bandara Ngloram, Bandara JB. Soedirman, dan Bandara Wiriadinata.

"Sekarang setelah revitalisasi selesai pada awal September 2022, Bandara Halim sudah dibuka kembali. Dengan demikian rute-rute penerbangan dari Halim bisa kembali dibuka,” ujarnya, dikutip Kamis (22/9/2022).

Selain itu, Bandara Halim juga dipersiapkan untuk pelayanan event Presidensi G20 Indonesia yang diharapkan bisa meramaikan penerbangan lainnya.

Menurutnya, penurunan penumpang berlangsung di bandara-bandara baru tersebut sejalan dengan pengetatan mobilitas pergerakan orang, untuk menjaga protokol kesehatan. Situasi dan kondisi pandemi inilah yang menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan mengurangi armada dan menutup rute-rute yang tidak padat, untuk mengurangi biaya operasional.

Termasuk pula untuk Bandara Kertajati, sebelum pandemi sudah ada penerbangan. Namun sejak pandemi, penerbangan komersial penumpang di bandara ini secara bertahap berkurang, dan saat ini melayani penerbangan untuk kargo. Mulai November nanti, Bandara Kertajati bersiap melayani penerbangan komersial dan rencananya akan digunakan juga untuk melayani penerbangan umrah.

Apalagi dengan adanya rencana operasional jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) pada Oktober 2022, akan sangat membantu pemulihan lebih cepat di Bandara Kertajati. Jalan tol memungkinkan perjalanan dari Bandung ke Kertajati hanya dalam satu jam saja.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper