Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rencana Subsidi Konversi Kendaraan Listrik, Ini Saran Bos Lorena

Bos Eka Sari Lorena Transport memberikan saran terkait dengan rencana subsidi konversi kendaraan listrik.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 21 September 2022  |  15:17 WIB
Rencana Subsidi Konversi Kendaraan Listrik, Ini Saran Bos Lorena
Ilustrasi kendaraan listrik. - Toyota
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) menyambut baik wacana pemberian subsidi untuk konversi kendaraan bahan bakar minyak (BBM) ke listrik. Namun, emiten perusahaan bus itu menilai upaya elektrifikasi bus masih memiliki jalan yang cukup panjang.

Managing Director Lorena dan Karina Transport Dwi Ryanta Soerbakti menilai rencana subsidi konversi kendaraan konvensional ke listrik adalah hal yang positif.

Namun, dia menilai waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendorong elektrifikasi bus dan truk cenderung masih lebih lama. Hal itu karena fasilitas pendukung kendaraan listrik yang masih minim dan terbatas di beberapa kota besar saja.

"Jadi rencana konversi tersebut akan menjadi percuma apabila program pengadaan fasilitas pendukungnya tidak dijalankan secara masif dan merata di wilayah se-Indonesia," ujar Dwi Ryanta, Rabu (21/9/2022).

Selain fasilitas pendukung, investasi pengadaan kendaraan listrik dalam hal ini bus masih terlampu mahal. Dwi Ryanta menyebut harganya masih tiga sampai empat kali lipat dari pengadaan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Di sisi lain, elektrifikasi kendaraan umum masih dinilai sulit untuk diwujudkan khususnya bagi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang memiliki jarak tempuh di atas 300 kilometer (km). Kapasitas baterai untuk kendaraan listrik saat ini masih terbatas yakni untuk jarak tempuh sekitar 300 km.

Oleh sebab itu, Lorena pun masih perlu mempertimbangkan secara matang upaya elektrifikasi kendaraan. Ketersediaan jenis kendaraan dari APM dan juda kesiapan infrastruktur pendukung juga masih menjadi bahan pertimbangan.

"Maka pertanyaannya adalah sebesar apa subsidi dari pemerintah?," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap wacana pemberian subsidi biaya konversi kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan bermotor listrik berbasi baterai (KBLBB). Subsidi diharapkan bisa mempercepat penggunaan kendaraan listrik secara massal di Indonesia.

Percepatan tersebut juga didorong dengan payung hukum yakni penerbitan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.15/2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Permenhub itu mengakomodasi percepatan elektrifikasi kendaraan mobil dan bus.

"Kami bersama Kementerian/Lembaga dan unsur terkait, tengah berdiskusi mengupayakan ada subsidi untuk melakukan konversi dari kendaraan BBM ke listrik. Khususnya untuk sepeda motor," ujar Menhub Budi Karya Sumadi, dikutip dari siaran pers.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lorena eka sari lorena Kendaraan Listrik subsidi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top