Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Denmark Singgung Subsidi BBM Indonesia di Forum G20

Menteri Kerja Sama Pembangunan dan Kerja Sama Nordik Denmark Flemming Møller menyinggung soal kebijakan subsidi BBM di Forum G20.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 07 September 2022  |  11:13 WIB
Menteri Denmark Singgung Subsidi BBM Indonesia di Forum G20
Sejumlah pengemudi kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU yang dikelola Pertamina MOR II Sumbagsel. istimewa
Bagikan

Bisnis.com, BELITUNG — Delegasi pemerintah Denmark menyinggung kebijakan subsidi BBM Indonesia di forum G20 mengenai pembangunan. Reformasi subsidi BBM dinilai sebagai komponen penting dalam transisi menuju ekonomi hijau dan biru.

Menteri Kerja Sama Pembangunan dan Kerja Sama Nordik (Minister for Development Cooperation and Nordic Cooperation) Denmark Flemming Møller Mortensen menilai bahwa Indonesia memiliki modalitas cukup kuat untuk melakukan transisi energi hijau, karena banyaknya sumber daya alam (SDA) yang tersedia.

Meskipun begitu, pada tahap awal transisi menuju energi hijau, Mortensen menilai bahwa Indonesia harus mampu menyeimbangkan pasokan (supply) dari energi fosil dan energi hijau. Kebijakan subsidi BBM menjadi salah satu penentu keseimbangan tersebut.

"Level playing field antara pasokan energi hijau dan energi fosil akan membutuhkan reformasi dalam subsidi minyak fosil yang mahal," ujar Mortensen dalam Seminar of the Development of Indonesia's Blue Economy Roadmap pada Rabu (7/9/2022) di Tanjung Pandan, Belitung.

Menurutnya, Indonesia pun harus mampu menyusun kerangka kebijakan transisi energi hijau yang ambisius, dapat diperhitungkan, dan transparan. Kerangka kebijakan itu dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan transisi dan upaya menarik investor.

Mortensen menilai bahwa investasi menjadi aspek penting dalam transisi energi hijau, karena besarnya kebutuhan biaya. Oleh karena itu, kerangka kebijakan yang solid dapat menarik investor untuk menjalankan transisi energi.

"Ketika kami melihat Indonesia, kami melihat melimpahnya SDA untuk transisi energi, Indonesia bisa menjadi pemimpin utama di Asia Tenggara. Kuncinya adalah untuk menarik investasi yang diperlukan, untuk memiliki kerangka kebijakan yang ambisius, dapat diperhitungkan, dan transparan," katanya.

Mortensen menghadiri pertemuan para menteri pembangunan dalam rangka Development Ministerial Meeting G20, yang berlangsung pada 7—8 September 2022. Sebelum pertemuan para menteri, terdapat dua side event yang membahas mengenai ekonomi biru (blue economy) dan isu kedigrantaraan (aerospace).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 G20 Indonesia subsidi bbm denmark
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top