Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surplus Neraca Dagang Turun, Windfall Ekspor Berakhir

BPS meramal windfall ekspor akan berakhir lantaran turunnya surplus neraca dagang dalam beberapa bulan terakhir.
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Surplus neraca perdagangan Indonesia menunjukkan tren penurunan sehingga Indonesia dinilai perlu mengambil langkah antisipasi apabila windfall ekspor berakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Gubernur BI Perry Warijo dan Ketua OJK Mahendra Siregar pada Rabu (31/8/2022).

"Kinerja ekspor kita sangat menguntungkan. Kinerja ekspor yang sangat impresif ini membawa implikasi bahwa surplus kita terus menerus, surplus neraca dagang itu 27 bulan berturut. Namun, yang perlu mendapat catatan di beberapa bulan terakhir ini surplusnya sudah mulai berkurang," kata Margo. 

Berdasarkan catatan BPS, neraca dagang Indonesia mencatat surplus sebesar US$4,23 miliar pada Juli 2022 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat mengalami surplus US$5,15 miliar pada Juni 2022.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih mampu mencatatkan surplus  yang bersumber dari kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Adapun, peningkatan ekspor nonmigas utamanya bersumber dari komoditas unggulan seperti turunan produk CPO, nikel dan lainnya yang didukung oleh masih tingginya harga global.

Namun, harga komoditas unggulan di tingkat global mulai mengalami penurunan sehingga Margo melihat perlu adanya langkah antisipasi jika windfall ekspor berakhir.

"Tantangan sekarang itu ke depan harga komoditas utama itu akan terus mengalami penurunan. Ini perlu antisipasi kita semua," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper