Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Proyek Infrastruktur IKN Tahap 1 Dimulai, PUPR Gelontorkan Rp5,3 Triliun

Kementerian PUPR resmi memulai pembangunan tahap 1 proyek infrastruktur dasar di IKN senilai Rp5,3 triliun.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  14:01 WIB
Proyek Infrastruktur IKN Tahap 1 Dimulai, PUPR Gelontorkan Rp5,3 Triliun
Huma Betang Umai, karya SHAU Architectures, Studi APTA dan Cilaki memenangkan juara kedua desain Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara / Dok. Kementerian PUPRrn
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran Rp5,3 triliun untuk memulai pembangunan 19 paket proyek infrastruktur tahap pertama di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta para pemenang tender yang telah melakukan kontrak untuk pembangunan infrastruktur di IKN untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut sesuai target yang ditetapkan.

"Saya berharap seluruh paket pekerjaan yang terkait dapat dilaksanakan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan," kata Basuki dikutip dari keterangannya, Selasa (30/8/2022).

Dia menjabarkan, untuk pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara pada periode 2022-2024, PUPR telah menyusun rencana dengan total anggaran sebesar Rp43,73 triliun.

Adapun, perincian kontrak 19 paket pekerjaan yang telah ditandatangani pada Senin (29/8/2022) meliputi Ditjen Sumber Daya Air total sebanyak 6 paket dengan nilai kontrak Rp42,8 miliar, Ditjen Bina Marga sebanyak 8 paket dengan nilai kontrak Rp4,599 triliun.

Di susul untuk Ditjen Cipta Karya sebanyak 4 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp111,9 miliar, dan Ditjen Perumahan sebanyak 1 paket dengan nilai kontrak Rp567 miliar.

Menteri Basuki mengimbau agar para pejabat pembuat komitmen (PPK) dan penyedia jasa untuk bertindak dengan profesional, kerja cepat, kerja produktif, rutin memeriksa masalah di lapangan, aktif memberikan solusi, dan berorientasi pada hasil nyata.

"Melaksanakan tugas bukan hanya menjamin selesai, tapi betul-betul menjamin infrastruktur berfungsi baik," tegasnya.

Merujuk pada arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Basuki juga menekankan agar pembangunan infrastruktur IKN memenuhi dua tujuan yaitu jaminan mutu dan estetika.

Basuki mengungkapkan pesan Jokowi yang meminta agar pembangunan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan, sehingga tercipta konsep "Future Smart Forest City of Indonesia" yang sustainable dan menghindari kekumuhan baru di lokasi IKN.

"Tertib penyelenggaraan keselamatan konstruksi, dan hindari perilaku koruptif dalam pelaksanaan pekerjaan," ujar Basuki.

Di samping itu, Kementerian PUPR memastikan setelah penandatangan kontrak berlangsung, progres pembangunan akan langsung dimulai agar dapat selesai sesuai target pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKN Kementerian PUPR infrastruktur ibu kota negara
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top