Ikut Bangun Masyarakat Melek Pajak, DDTC Menangkan Award Internasional

International Tax Review (ITR) menggelar Asia-Pacific Tax Awards 2022. Dalam ajang ini, DDTC menjadi pemenang kategori pro bono lingkup regional Asia-Pasifik.
Foto: Suasana DDTC Library yang ada di Menara DDTC. Perpustakaan perpajakan yang terbuka untuk umum ini memiliki hampir 4.000 koleksi buku, jurnal, dan publikasi lainnya.
Foto: Suasana DDTC Library yang ada di Menara DDTC. Perpustakaan perpajakan yang terbuka untuk umum ini memiliki hampir 4.000 koleksi buku, jurnal, dan publikasi lainnya.

Bisnis.com, JAKARTA - International Tax Review (ITR) menggelar Asia-Pacific Tax Awards 2022. Dalam ajang ini, DDTC menjadi pemenang kategori pro bono lingkup regional Asia-Pasifik.

Dalam pengumuman yang disampaikan secara virtual hari ini, Kamis (25/8/2022), DDTC memenangkan Pro bono Firm of the Year. Penghargaan diberikan ITR – penyedia informasi perpajakan global – atas kontribusi DDTC dalam masyarakat perpajakan.

Konsultan pajak asal Indonesia tersebut mendapat pengakuan internasional atas konsistensinya mendorong edukasi pajak yang inklusif dan sistem perpajakan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

Managing Partner DDTC Darussalam mengungkapkan berbagai kegiatan DDTC selama ini berangkat dari realitas belum terbentuknya masyarakat melek pajak, masih rendahnya kepatuhan dan kesadaran pajak, terbatasnya jumlah basis pajak, serta belum banyaknya ahli pajak.

Oleh karena itu, sesuai dengan konsep profesi konsultan pajak yang mulia atau terhormat (officium nobile), orientasi kegiatan tidak keuntungan semata. Lebih dari itu, ada kontribusi untuk kepentingan masyarakat dan sistem perpajakan.

“Apa yang kami peroleh dari klien atas jasa profesional, kami kembalikan lagi kepada masyarakat pajak dan para pemangku kepentingan di sektor pajak. Kami percaya siklus ini menciptakan ekosistem pajak yang ideal,” ungkap Darussalam.

Menurutnya, konsep pro bono tidak terbatas pada pemberian jasa secara gratis atau pelaksanaan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Pro bono, baginya, menjadi wujud konkret menghidupi visi dan misi perusahaan.

Apalagi, mayoritas misi DDTC berfokus pada aspek ekosistem pajak. Misal, menginisiasi dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan pajak untuk memastikan transformasi sistem pajak yang seimbang bagi semua pihak yang berkepentingan.

DDTC juga melakukan misi mengeliminasi informasi asimetris dalam masyarakat pajak Indonesia. DDTC ikut ambil bagian dalam upaya membangun masyarakat melek pajak. Bersamaan dengan itu, DDTC juga berkomitmen konsisten berinvestasi dalam sumber daya manusia (SDM).

Salah satu kegiatannya adalah edukasi dan berbagi pengetahuan pajak melalui beragam publikasi.  DDTC sudah menerbitkan sebanyak 16 buku, aktif berkontribusi dalam publikasi nasional dan internasional, serta sering berbagi pengetahuan lewat media massa.

Darussalam mengatakan sumbangsih pemikiran DDTC juga tidak terlepas dari hasil riset yang telah konsisten dilakukan. Terlebih, DDTC mempunyai perpustakaan perpajakan dengan hampir 4.000 koleksi buku, jurnal, dan publikasi lain.

Perpustakaan ini terbuka untuk umum. Tidak mengherankan jika DDTC Library menjadi ruang interaksi bagi pegawai, stakeholders perpajakan, serta masyarakat umum. DDTC ingin semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan secara cuma-cuma.

Komitmennya pada edukasi dan sistem perpajakan yang lebih baik juga diwujudkan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam dunia pendidikan. DDTC sudah mempunyai kerja sama pendidikan dengan 32 perguruan tinggi di Indonesia.

DDTC dan perguruan tinggi melakukan riset bersama, merumuskan desain kurikulum pendidikan perpajakan, serta meningkatkan kapasitas para tenaga pengajar. Ada pula kesempatan magang agar para mahasiswa bisa memperoleh pengalaman langsung dengan praktisi.

Dengan adanya kerja sama pendidikan itu, DDTC juga memberi kesempatan magang dan beasiswa. Langkah ini sebagai ikhtiar untuk membentuk SDM yang berkualitas di bidang pajak. Keberadaan ahli sangat penting untuk menciptakan sistem perpajakan yang seimbang.

Melalui Human Resources Development Programme (HRDP), DDTC juga aktif memberikan beasiswa kepada pegawainya. Tidak hanya berkesempatan menempuh pendidikan formal di luar negeri, pegawai DDTC juga mengikuti bisa pelatihan dan sertifikasi secara gratis.

Darussalam mengatakan sebagai wujud pembelajaran yang berkelanjutan, pegawai DDTC juga harus membagikan kembali pengetahuan baru kepada pegawai lainnya dan masyarakat. Skema berbagi pengetahuan tidak hanya berbentuk acara diskusi atau seminar, tetapi juga tulisan.

Menurut Darussalam, pemerintah tidak dapat dibiarkan sendirian untuk mengatasi permasalahan fundamental dalam pajak. DDTC dan seluruh stakeholders terkait juga perlu untuk berkontribusi.

“Oleh karena itu, kami menjadikan kemenangan atas penghargaan di tingkat Asia-Pasifik ini sebagai pemacu untuk terus berkontribusi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini sudah berkolaborasi,” tutur Darussalam.

Dalam Asia-Pacific Tax Awards 2022, DDTC masuk nominasi lima kategori lainnya. Kelimanya adalah Tax Policy Firm of the Year, Tax Technology Firm of the Year, Indonesia Tax Firm of the Year, Indonesia Transfer Pricing Firm of the Year, dan Indonesia Tax Disputes Firm of the Year.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper