Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biaya Hidup Meroket, Kopi Instan Supermarket Jadi Populer di Australia

Kopi supermarket senilai A$1 (sekitar Rp10.200) menjadi sangat populer di kalangan warga Australia yang biasanya lebih memilih kopi di kafe seharga Rp51.000.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  12:28 WIB
Biaya Hidup Meroket, Kopi Instan Supermarket Jadi Populer di Australia
Ilustrasi orang sedang menyeduh kopi - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Melambungnya biaya hidup menghantam para pecinta kopi Australia dan membuat mereka beralih membeli kopi instan yang dijual di supermarket.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (24/8/2022), Coles Group Ltd., mengatakan kopi supermarket senilai A$1 (sekitar Rp10.200) menjadi sangat populer dii Australia, ketika merilis pendapatan setahun penuh pada Rabu (24/8/2022).

Ini adalah perubahan besar bagi negara yang membanggakan budaya kafenya dan konsumen yang bersedia membayar A$5 atau Rp51.000 untuk secangkir kopi “flat white.”

Dalam tanda-tanda lebih lanjut bahwa tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga menghajar anggaran rumah tangga, Coles mencatat peningkatan penjualan kopi seharga A$1.

Domino's Pizza juga mengatakan bahwa mereka akan menyeimbangkan harga menu yang lebih tinggi sebagai “pemecah inflasi,” memberikan gambaran sekilas tentang kebiasaan konsumsi pelanggan Australia.

Warga Australia menanggung beban kenaikan suku bunga yang cepat karena bank sentral (RBA) berusaha untuk mengekang inflasi paling curam dalam dua dekade. Anggaran negara yang mencatat utang besar ini sedang memperketat ikat pinggangnya karena mereka juga menghadapi ancaman penurunan properti dalam skala yang tidak terlihat dalam 30 tahun.

Sebagian besar ekonom memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 2,35 persen pada pertemuan keempat berturut-turut bulan depan. Sementara itu, bank sentral memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya di bawah 8 persen akhir tahun ini.

Saham supermarket terbesar kedua di Australia, Coles, jatuh sebanyak 5,2 persen di Sydney setelah merilis proyeksi mengenai tekanan pada biaya hidup.

“Kebutuhan grup untuk mengevaluasi dan merespons dengan cepat terhadap lingkungan operasi yang berubah tidak pernah lebih penting karena kami fokus untuk memastikan nilai bagi pelanggan dalam lingkungan inflasi,” kata Kepala Coles James Graham dalam pernyataan resmi, dikutip dari Bloomberg pada Rabu (24/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia kopi harga kopi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top