Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mendag Minta Harga Telur Tak Diributkan, Pedagang Pasar Jengkel

Pedagang pasar menilai Mendag Zulkifli Hasan seharusnya bisa mencari solusi agar harga telur ayam segera turun.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  10:54 WIB
Mendag Minta Harga Telur Tak Diributkan, Pedagang Pasar Jengkel
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meninjau sejumlah tempat penjualan minyak goreng curah rakyat (MGCR) di beberapa toko kelontong di wilayah Klender, Jakarta, Rabu, 22 Juni 2022 / Dok. Biro Humas Kemendag.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang meminta agar persoalan kenaikan harga telur tidak diributkan. Para pedagang menilai Mendag seharusnya bisa mencari solusi agar harga telur bisa turun.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan Mendag seharusnya tidak seperti lari dari persoalan. Pasalnya, kata dia, masalah harga telur ayam ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dari Rp27.000 per kilogram hingga saat ini menjadi Rp32.000 per kg.

“Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir Kementerian Perdagangan bekerja. Kami berharap agar persoalan di lapangan seperti persoalan pangan, petelur, persoalan distribusi menjadi persoalan yang fokus harus di selesaikan bukan lari dari persoalan,” kata Abdullah dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8/2022).

Kepada awak media kemarin, Selasa (23/8/2022), Mendag Zulkifli Hasan mengatakan harga telur yang melonjak tersebut tak seberapa dibandingkan misi dagang yang berhasil dicapai olehnya dari India.

Ikappi pun meminta kepada Zulhas untuk melakukan upaya-upaya lanjutan tidak hanya memberikan pernyataan yang justru akan membuat kegaduhan.

“Upaya-upaya ini yang di harapkan adalah mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus di lakukan ke depan bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan kita tidak boleh ribut,” ujar Abdullah.

Menurutnya, keributan terkait harga telur merupakan hal wajar karena komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang sebelumnya sangat terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Telur adalah komoditas yang cukup besar permintaannya jika tinggi harganya maka jadi masalah. Kami harapkan bisa menyelesaikan persoalan telur dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya.

Menurut pantauan Bisnis di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) pada hari ini, Rabu (24/8/2022) jam 10.30 WIB, telur kembali naik 1,46 persen dibanding kemarin menjadi Rp31.300 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur telur ayam mendag zulkifli hasan pedagang pasar
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top