Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI: Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II/2022 Surplus US$2,4 Miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II/2022 surplus sebesar US$2,4 miliar.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  11:20 WIB
BI: Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II/2022 Surplus US$2,4 Miliar
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menilai bahwa ketahanan eksternal terjaga dengan adanya capaian neraca pembayaran Indonesia atau NPI yang surplus pada kuartal II/2022. Kinerja transaksi modal dan finansial, serta investasi portofolio juga tercatat positif.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan bahwa NPI kuartal II/2022 mencatatkan surplus US$2,4 miliar. Kondisinya berbalik positif dari catatan defisit US$1,8 miliar pada kuartal I/2022. 

"Peningkatan kinerja NPI tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan yang meningkat dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial," ujar Erwin pada Jumat (19/8/2022).

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2022 mencapai US$136,4 miliar atau setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah itu pun berada di atas standar kecukupan internasional.

Erwin menjabarkan bahwa surplus transaksi berjalan meningkat signifikan pada kuartal II/2022, terutama karena kinerja ekspor nonmigas yang semakin baik. Transaksi berjalan mencatatkan surplus US$3,9 miliar (1,1 persen terhadap PDB), naik signifikan dari catatan surplus kuartal I/2022 senilai US$0,4 miliar (0,1 persen dari PDB).

Kinerja transaksi berjalan tersebut, menurut Erwin, terutama didukung oleh peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan harga komoditas global yang tetap tinggi. Di sisi lain, naiknya defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh kenaikan impor yang sejalan dengan peningkatan permintaan.

BI pun menilai bahwa defisit neraca pendapatan primer dan neraca jasa mengalami peningkatan, sejalan dengan akselerasi aktivitas ekonomi domestik dan pembayaran imbal hasil investasi pada periode laporan.

Erwin menjelaskan bahwa kinerja transaksi modal dan finansial pada kuartal II/2022 tetap terjaga, meskipun di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi. Transaksi modal dan finansial kuartal II/2022 mencatatkan defisit US$1,1 miliar (0,3 persen dari PDB), membaik dari kuartal I/2022 dengan defisit US$2,1 miliar (0,7 persen dari PDB).

Kinerja transaksi modal dan finansial ditopang oleh aliran masuk neto (surplus) investasi langsung senilai US$3,1 miliar. Erwin menjelaskan bahwa masuknya modal itu melanjutkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya, yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga.

Kinerja investasi portofolio juga menunjukkan perbaikan terbatas dengan mencatatkan defisit yang lebih rendah senilai US$0,4 miliar, di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Di sisi lain, transaksi investasi lainnya mencatatkan kenaikan defisit, terutama disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembayaran kewajiban yang jatuh tempo sesuai pola kuartalan.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," ujar Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia neraca pembayaran defisit transaksi berjalan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top