Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei: Perjalanan Bisnis Global Belum Akan Pulih ke level Pra-Pandemi hingga 2026

Proyeksi ini disampaikan oleh Global Business Travel Association dalam survei Business Travel Index Outlook 2022.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  10:14 WIB
Survei: Perjalanan Bisnis Global Belum Akan Pulih ke level Pra-Pandemi hingga 2026
Ilustrasi kabin pesawat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perjalanan bisnis di seluruh dunia diperkirakan baru akan pulih ke level sebelum pandemi sebesar US$1,4 triliun pada pertengahan tahun 2026 mendatang.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (16/8/2022), proyeksi ini disampaikan oleh Global Business Travel Association dalam survei Business Travel Index Outlook 2022 terbarunya. Hal ini dodorong oleh tekanan inflasi, perlambatan ekonomi, dan harga energi yang tinggi.

Sebelumnya, asosiasi perjalanan bisnis global tersebut memperkirakan nilai US$1,4 triliun dicapai pada akhir tahun 2024. Adapun laporan yang dirilis Senin (15/8) tersebut berdasarkan survei terhadap pengeluaran perjalanan bisnis di 73 negara dan 44 industri.

Upaya pulihnya nilai perjalanan bisnis ke level tahun 2019 tersebut diperlambat oleh gangguan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, lockdown di China, dan efek perang Rusia – Ukraina.

Chief Executive Officer Global Business Travel Association Suzanne Neugang mengatakan faktor-faktor yang memengaruhi banyak industri di seluruh dunia juga diperkirakan akan berdampak pada pemulihan perjalanan bisnis global hingga tahun 2025.

“Prediksinya adalah adalah kita akan mendekati, tetapi kita tidak akan mencapai dan melampaui [pengeluaran pra-pandemi hingga 2026],” ungkap Suzanne seperti dikutip Bloomberg.

Perjalanan bisnis global diperkirakan mencapai total US$933 miliar tahun ini, 65 persen dari level 2019. Adapun pada tahun 2023, nilai perjalanan bisnis diperkirakan tumbuh menjadi US$1,16 triliun, berkembang menjadi hampir US$1,4 triliun pada tahun 2025, dan mencapai US$1,47 triliun pada tahun 2026.

Amerika Utara dan Eropa Barat diperkirakan akan mengalami pemulihan paling tajam, masing-masing tumbuh menjadi US$363,7 miliar dan US$323,9 miliar, pada tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global pertumbuhan ekonomi global
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top