Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELAJAH MIGAS RIAU: PHR Field Lirik dan Kampar Berhasil Amankan Produksi Sumur Tua

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menjaga produktivitas sumur tua di dua lapangan migas Blok Lirik dan Blok Kampar.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  00:50 WIB
JELAJAH MIGAS RIAU: PHR Field Lirik dan Kampar Berhasil Amankan Produksi Sumur Tua
Dua pekerja PHR Field Kampar sedang bekerja di salah satu sumur migas tua di Blok Kampar, Kecamatan Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Rabu (10/8 - 2022). PHR Field Lirik/Kampar terus berupaya mengoperasikan lapangan migas tua yang sudah berusia lebih dari 70 tahun, dan kini masih bisa menjaga total produksi 2 blok migas itu di angka rata/rata 2.300 Bopd. Bisnis/Arif Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Zona 1 Field Lirik dan Kampar berhasil menjaga produktivitas sumur tua di dua lapangan migas Blok Lirik dan Blok Kampar sehingga secara kumulatif setiap harinya bisa menghasilkan minyak mentah sekitar 2.300 Bopd.

Pejabat Sementara (Pjs) Manager Lirik dan Kampar Field, Kemas Ghazali menjelaskan untuk menjaga produksi migas dari lapangan tua perlu upaya seperti perawatan sumur, optimasi kapasitas pompa, kerja ulang pindah lapisan dan stimulasi, serta diperlukan juga menjaga keandalan fasilitas produksi dan suplai energi listrik secara berkelanjutan.

"Saat ini untuk blok Lirik, angka produksi rata-rata per harinya yaitu sekitar 1.450 bopd dan blok Kampar sekitar 910 bopd, sehingga rata-rata produksi dari 2 blok lapangan migas tersebut bisa mencapai angka diatas 2.300 Bopd," ujarnya kepada tim Jelajah Migas Riau, Rabu (10/8/2022).

Kemas memaparkan saat ini di blok Lirik pihaknya mengelola 108 sumur produksi minyak dan 55 sumur injeksi dari 368 sumur yang sudah dibor, kemudian untuk di blok Kampar, perseroan mengelola 101 sumur produksi minyak, 1 sumur produksi gas, 26 sumur injeksi dari 381 sumur yang sudah dibor.

Menurutnya, ada sejumlah kendala yang kerap dihadapi pihaknya dalam mengelola lapangan migas yang sudah beroperasi sejak 1950an tersebut. Diantaranya adalah kondisi sumur minyak, fasilitas tangki dan pipa yang sudah berusia tua, sehingga perlu perawatan dan inspeksi secara rutin.

Kendala lainnya yang umum terjadi adalah gangguan pada jaringan listrik yang menyebabkan unplanned shutdown di fasilitas produksi. Guna mengantisipasi hal tersebut sejumlah langkah perawatan telah rutin dilakukan.

Kemudian rencana pemeliharaan fasilitas dalam mengelola sumur tua di kedua blok migas itu, telah dituangkan dalam rencana kerja tahunan dan rencana kerja material. Selain itu pihaknya juga melakukan pembersihan jaringan perpipaan dan jaringan listrik dari semak belukar, untuk menghindari terjadinya unplanned shutdown.

"Ke depannya kami akan terus meningkatkan produksi dengan cara optimasi pompa atau gross up kapasitas sumur yang ada, misalnya dengan penerapan ESP, HPU long stroke, lalu upaya lainnya adalah kami akan mengkampanyekan program Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL), untuk mendorong produksi minyak dari lapisan-lapisan baru, sehingga dengan upaya itu kami berharap secara gross produksi kedepan akan naik dan tentunya selaras dengan naiknya net crude oil dari 2 blok migas ini," ujarnya.

Program Jelajah Migas Riau merupakan kolaborasi SKK Migas Sumbagut dan Bisnis Indonesia, dan didukung penuh oleh 9 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas di wilayah Riau. 

Adapun perusahaan tersebut adalah Pertamina Hulu Rokan, EMP Bentu Ltd, Imbang Tata Alam, BOB BSP-Pertamina Hulu, PHE Siak, Texcal Mahato Ltd, PHE Kampar, Pertamina EP Lirik, dan SPR Langgak.

#jelajahmigasriau #daririauuntukindonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas blok migas PT Pertamina Hulu Rokan blok kampar
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top