Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Menkeu Sri Mulyani Sebut APBN Lagi Alami Shock Gede

Menkeu Sri Mulyani mengaakan APBN tengah mengalami shock besar-besaran. Apa penyebabnya?
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  10:37 WIB
Gawat! Menkeu Sri Mulyani Sebut APBN Lagi Alami Shock Gede
Tangkap layar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam APBN Kita pada 27 Juli 2022. - Bisnis / Anggara Pernando
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tengah mengalami shock yang besar. Pasalnya, harga komoditas seperti minyak, pangan, hingga pupuk melonjak naik akibat kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. 

Jika harga yang masuk ke Indonesia sudah melonjak, lanjutnya, rakyat tentu saja tidak akan mampu untuk membayarnya. Imbasnya, APBN mau tak mau harus menyerap shock yang besar tersebut.

"Hari ini APBN lagi shock gede. Harga minyak naik, harga pangan naik,  pupuk naik. Kalau harga minyak langsung masuk ke Indonesia dengan harga yang melonjak, rakyat pasti  nggak akan mampu. Makanya shock yang besar ini kita absorb," katanya dalam Podkabs Episode 6 di YouTube Sekretariat Kabinet RI, dikutip Selasa (9/8/2022).

Padahal, untuk menjadi fiscal tools yang baik, APBN harus sehat. Namun, pada kenyataannya, APBN terkadang harus bekerja keras sebagaimana yang terjadi pada masa pandemi dua tahun ini.

Menurutnya, hal itu menjadi dilema lantaran APBN harus tetap sehat agar dapat melindungi rakyat dan ekonomi namun di sisi lain APBN terkadang perlu bekerja sangat keras untuk menjadi shock absorber.

Di samping itu, tantangan internal dalam melaksanakan APBN yaitu bagaimana Kementerian Keuangan harus mampu mengelola APBN. Dari sisi penerimaan seperti pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP), jelas dia, harus bekerja  sesuai dengan potensi ekonomi.

"Kalau ada potensi pajak ya memang harus diterima. Jangan sampai bocor, nggak boleh korupsi," ungkapnya.

Demikian halnya dari sisi belanja. Belanja kementerian/lembaga juga harus dilakukan secara baik. Oleh karena itu, menurut dia tantangan internal dalam melaksanakan APBN yaitu desain yang baik dan eksekusi yang harus baik pula.

"Dan kita harus terus menerus melihat kondisi ekonomi, karena kita lihat berubah terus. Kita tidak boleh 'Oh APBN harus begini', kan tidak boleh begitu. Very dynamic apa yang disebut volatility itu juga harus kita bisa jaga," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani apbn harga komoditas
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top