Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masuk Mal Wajib Booster, Pengusaha: Pengunjung Turun 10 Persen

Tak lama setelah diumumkan bahwa vaksin booster menjadi syarat masuk mal, pengunjung pusat perbelanjaan tercatat turun 10 persen.
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakuan vaksinasi ketiga atau booster pada 17 Juli 2022 untuk masuk pusat perbelanjaan membuat pengunjung mal turun hingga 10 persen di DKI Jakarta. Tetapi, pelaku usaha tetap berupaya beradaptasi dengan kebijakan pemerintah dengan berbagai inovasi.

Ketua Asosiasi Pusat Pengelola Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan pelaku bisnis ritel akhirnya membuka kembali sentra-sentra vaksinasi dosis tiga, dosis dua, dan satu.

“Saat Senin minggu lalu disampaikan syarat masuk pusat belanja harus booster, Jumat langsung drop sekitar 10 persen. Kami terpaksa menolak banyak pengunjung. Namun pusat belanja juga tentu pantang menyerah jadi semua bekerjasama dengan puskesmas setempat atau membuka sentra vaksinasi lagi,” ujar Ellen saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Meski sudah berlaku lebih dari 2 minggu, Ellen mengaku peningkatan pengunjung mal belum terlalu signifikan. Dia berharap rencana booster kedua atau program vaksinasi keempat nantinya tidak menjadi syarat masuk mal.

“Itu yang kami sayangkan mencari kenaikan 1 persen trafik tidak mudah apalagi turunnya cukup banyak, kalau ada booster 2, jangan lagi ada syarat booster 2 untuk masuk mal,” ucapnya.

Menurut dia, tingkat keterisian mal atau trafik pada masa pandemi yang sudah 2 tahun ini hingga 85 persen sudah sangat bagus. Saat ini, kata dia, penurunan tersebut mulai terdongkrak dengan pelonggaran mobilitas masyarakat dan strategi dari para peritel sendiri. Seperti mengadakan berbagai acara atau festival yang sedang tren saat ini.

“Seperti sebagian pusat belanja, itu juga sekarang begitu aktifnya menggunakan atriumnya mengaadakan berbagai festival. Misalnya makanan Korea, makan Jepang, Thailand, makanan pulang kampung, Indonesia maksudnya. Kegiatan-kegiatan itu bisa mendatangkan trafik,” ungkap Hellen.

Sementara itu, Ketua Tim Direktorat Bina Perdagangan Kemendag Widiantoro mengatakan dunia ritel ini dan pusat perbelanjaan sebetulnya sudah mulai bangkit semenjak April 2022 yang merujuk data Bank Indonesia.

“Ekonomi Indonesia dapat kembali bangkit setelah kuartal IV 2021 hingga saat ini. pada kuartal I 2022 ini ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,1 persen yang konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama dan kontribusinya mencapai 53,65 persen atau tumbuh 4,34 persen,” ujar Widantoro.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper