Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDB Hong Kong Terkontraksi 1,4 Persen di Kuartal II/2022

Angka ini lebih rendah dari proyeksi ekonom yang memperkirakan kontraksi PDB sebesar 0,2 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  16:45 WIB
PDB Hong Kong Terkontraksi 1,4 Persen di Kuartal II/2022
Pemandangan Pelabuhan Victoria di Hong Kong terlihat dari The Peak, foto file Agustus 2017. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi di kuartal kedua berturut-turut, di tengah meningkatnya tantangan karena suku bunga naik dan perdagangan global melemah.

Dilansir Bloomberg pada Senin (1/8/2022), Produk Domestik Bruto (PDB) Hong Kong turun 1,4 persen pada kuartal II/2022 dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Angka ini lebih rendah dari proyeksi ekonom yang memperkirakan kontraksi PDB sebesar 0,2 persen.

Perekonomian Hong Kong berada di bawah tekanan karena pembatasan Covid-19 mengekang aktivitas bisnis dan konsumen, sementara wabah di China mengganggu perdagangan.

Pada saat yang sama, bank sentral Hong Kong harus menaikkan suku bunga untuk mengimbangi Federal Reserve yang hawkish guna mempertahankan nilai tukar dolar Hong Kong terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan mengatakan ekspor, konsumsi, dan investasi telah berada di bawah tekanan, yang semuanya akan memaksa Hong Kong merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 1 – 2 persen pada pertengahan bulan depan.

Meskipun Hong Kong telah melonggarkan beberapa jarak sosial dan pembatasan Covid-19 mulai April setelah gelombang virus corona kelima mereda, penjualan ritel dan ekspor lambat pulih.

Kota ini tetap menjadi salah satu tempat terakhir di dunia yang mempertahankan karantina yang ketat untuk pelancong yang datang, sehingga menahan pertumbuhan sektor pariwisata.

Ekonom DBS Group Holdings Ltd Samuel Tse mengatakan sebelum rilis data PDB bahwa momentum pertumbuhan di Hong Kong masih lamban, bahkan jika prospek dapat membaik pada paruh kedua tahun ini, terutama jika Hong Kong membuka kembali perbatasannya dengan seluruh dunia.

“Kenaikan suku bunga AS tambahan dan risiko terkait Covid di China akan terus meredam sentimen investor dan menghadirkan ketidakpastian,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong pdb
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top