Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sempat Mangkrak, Proyek Pipa Cisem Ditargetkan Rampung 2023

Pipa transmisi gas Cisem nantinya bakal terintegrasi dengan jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  18:09 WIB
Sempat Mangkrak, Proyek Pipa Cisem Ditargetkan Rampung 2023
pipa gas. - ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Proyek yang sempat mangkrak lebih dari 16 tahun itu belakangan diserahkan kepada Kerja Sama Operasi (KSO) PT PP (Persero) Tbk. - PT Elnusa Tbk. Proyek interkoneksi pipa transmisi jaringan Sumatra, Jawa Barat hingga Jawa Timur senilai Rp1,7 triliun itu ditargetkan rampung pada akhir 2023.

“Progres Cisem sesuai rencana,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad saat dihubungi, Senin (1/8/2022).

Di sisi lain, sumber Bisnis lain mengatakan pembangunan pipa transmisi Cisem itu tengah memasuki fase kontruksi pada pertengahan tahun ini. Adapun proyek itu ditarget rampung pada akhir 2023. Dia mengatakan, nantinya pipa transmisi gas Cisem bakal terintegrasi dengan jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang.

“Gas yang akan masuk salah satunya mungkin dari lapangan proyek strategis jambaran Tiung Biru (JTB),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati optimis dengan rencana Gas on Stream (GoS) pada proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang tengah mempersiapkan diri memasuki proses gas-in di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (28/07).

“Sekarang ini hanya tinggal menunggu persiapan gas-in saja, untuk kemudian dilanjutkan dengan commissioning start up. Gas-in adalah pengaliran gas dari sumber sumurnya menuju Gas Processing Facilities (GPF) untuk diolah sebelum memasuki tahap on stream," kata Nicke saat mendampingi kunjungan kerja Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama rombongan di Lapangan JTB, Jawa Timur, Kamis (28/7/2022).

Di sisi lain, Nicke mengatakan, tren harga minyak dan gas (Migas) dunia yang tengah tinggi saat ini bakal berdampak positif pada sisi pemasukan negara.

"Setelah memasuki produksi gas nanti, gas JTB akan memberikan peningkatan produksi gas nasional, dan harga gas yang sedang tinggi seperti hari ini tentu ini memberikan kontribusi besar untuk pendapatan negara," tuturnya.

Proyek JTB adalah PSN dengan Capital expenditure (Capex) mencapai US$1,5 miliar yang diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia, dengan produksi sales gasnya mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.

Pasokan gas dari JTB diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, industri terutama pupuk, serta industri lainnya seperti keramik dan petrokimia di beberapa wilayah yang ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui transportasi pipa gas Gresik-Semarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pipa gas Jambaran tiung biru kementerian esdm
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top