Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Ekonomi AS Minus 0,9 Persen, Amerika Fix Resesi?

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) minus 0,9 persen pada kuartal II/2022. Fix masuk jurang resesi?
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  08:31 WIB
Pertumbuhan Ekonomi AS Minus 0,9 Persen, Amerika Fix Resesi?
Pertumbuhan Ekonomi AS Minus 0,9 Persen, Fix Resesi? - The Verge
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) minus 0,9 persen pada kuartal II/2022. Benarkah ekonomi AS masuk jurang resesi?

Dikutip dari NPR, ekonomi AS telah mengalami kontraksi dalam dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal I/2022, produk domestik bruto (PDB) AS tercatat 1,6 persen (yoy) atau mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Jika merujuk pada definisi teknis, penurunan perekonomian selama dua kuartal berturut-turut sering dianggap sebagai resesi. Meski demikian, itu bukanlah definisi resesi secara resmi.

Sebuah organisasi nirlaba, non-partisan yang disebut Biro Riset Ekonomi Nasional menentukan kapan ekonomi AS berada dalam resesi. Komite tersebut terdiri dari delapan ekonom membuat tekad itu dan banyak faktor masuk ke dalam perhitungan itu.

Pihak Gedung Putih telah menolak bahwa ekonomi AS saat ini masuk dalam kategori resesi. Presiden AS Joe Biden mengutip rekor pertumbuhan pekerjaan dan investasi bisnis asing sebagai tanda kekuatan dalam perekonomian.

“[Data] Itu tidak terdengar seperti resesi bagi saya,” ujar Biden dilansir dari NPR, Jumat (29/7/2022).

Senada dengan Biden, Menteri Keuangan Janet Yellen juga menganggap ekonomi AS saat ini belum tergelincir ke jurang resesi.

"Ketika Anda menciptakan hampir 400.000 pekerjaan sebulan, itu bukan resesi," kata Yellen.

Meski demikian, dia tak menampik fakta bahwa ekonomi AS mengalami perlambatan. Laporan PDB AS menunjukkan bahwa sektor bisnis telah mengalami pengetatan.

Langkah Federal Reserve (The Fed) yang kembali menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin pada Kamis (28/7/2022) membuat pinjaman menjadi lebih mahal. Sektor properti, yang permintaannya sempat meningkat selama pandemi, mulai mendingin seiring dengan kenaikan suku bunga KPR sebagai imbas dari kebijakan The Fed.

Namun, ada titik terang bagi warga AS. Upah pekerja terus naik dan orang-orang memanjakan diri dengan makan di restoran dan juga jalan-jalan. Pendapatan secara keseluruhan naik.

Namun, kekhawatiran akan resesi telah tumbuh pesat karena The Fed terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi yang tinggi. Dan data ekonomi cukup beragam.

"Ini bukan ekonomi yang berada dalam resesi. Resesi adalah kelemahan ekonomi secara luas. Kami tidak melihatnya sekarang."

Yellen juga menunjuk belanja konsumen, yang tetap kuat dan dia menyoroti data positif pada kualitas kredit sebagian warga di Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Resesi Joe Biden the fed
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top