Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Proyeksi Goldman Sachs Soal Suku Bunga The Fed

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin pada FOMC Meeting hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  09:17 WIB
Begini Proyeksi Goldman Sachs Soal Suku Bunga The Fed
Suasana gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg - Tom Brenner
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral AS diperkirakan mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pada akhir pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini, Rabu (27/7/2022).

Menjelang pengumuman, tim analis Goldman Sachs Group Inc. Cecilia Mariotti memperkirakan bank sentral AS Federal Reserve akan tetap bersikap hawkish hingga inflasi dapat terkendali.

Goldman mengatakan sebelumnya ekspektasi investor cenderung lebih optimistis bahwa bank sentral bersikap lebih dovish, setelah pada siklus sebelumnya The Fed mengubah arah dalam menanggapi perlambatan ekonomi.

“Tapi kali ini, pasar mungkin meremehkan risiko tekanan inflasi yang berkelanjutan, yang mungkin membuat bank sentral kehilangan pilihan kebijakan," ungkap tim analis Goldman seperti dilansir Bloomberg, Selasa (26/7/2022).

Pendapat analis Goldman ini sejalan dengan Michael J. Wilson dari Morgan Stanley, yang juga mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengharapkan The Fed berhenti menaikkan suku bunga bahkan ketika kekhawatiran resesi terus tumbuh.

Analis JPMorgan Chase & Co., di sisi lain, mengatakan ekspektasi bahwa inflasi telah mencapai puncaknya dan The Fed cenderung memprioritaskan pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

Investor akan mendapatkan petunjuk pertama seputar pendapat bank sentral tentang kesehatan ekonomi dan kenaikan suku bunga di masa depan pada hari Rabu (27/7/2022), saat The Fed mengumumkan keputusan kebijakan terbarunya.

Para ekonom memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi kali ini.

Pasar saham telah menguat sepanjang Juli setelah indeks S&P 500 mencatat paruh pertama terburuk sejak 1970, karena ekspektasi bahwa banyak sentimen negatif mengenai pendapatan perusahaan serta perlambatan ekonomi makro sudah diantisipasi pasar.

Namun, anali Goldman memperingatkan bahwa reli penguatan ini tidak akan berlangsung lama.

“Pada tahap ini, kami akan berhati-hati dalam menyerukan pergeseran yang mendukung siklus berkelanjutan di seluruh aset. Revisi pendapatan mungkin berubah lebih negatif baik di AS dan Eropa,” ungkap Goldman.

Analis Morgan Stanley dan Sanford C. Bernstein juga melihat risiko terhadap saham Eropa dari penurunan pendapatan. Sarah McCarthy dan Mark Diver dari Bernstein memperingatkan bahwa saham regional bisa anjlok sebanyak 21 persen tergantung seberapa besar perusahaan memangkas proyeksi..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed the fed goldman
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top