Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Penyerapan CPO, Pemerintah Pertimbangkan Program B35

Pemerintah berencana menjalankan program biodiesel B35 untuk sementara waktu demi mendorong penyerapan CPO.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  16:37 WIB
Dorong Penyerapan CPO, Pemerintah Pertimbangkan Program B35
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Sanjit Das/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan rencana pemerintah meningkatkan program biodiesel menjadi 35 persen (B35) untuk mempercepat penyerapan tandan buah segar (TBS) sawit dalam negeri.

Saat ini, harga TBS sawit petani masih jauh dari yang diharapkan meski Pungutan Ekspor minyak sawit (CPO) sudah dinolkan.

Staf Khusus Menteri Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan bahwa langkah pemerintah ini dilakukan untuk mempercepat pengosongan fasilitas penyimpanan CPO. Dengan demikian, perusahaan kelapa sawit bisa cepat menyerap TBS dari petani, untuk diolah menjadi minyak goreng maupun biodiesel.

"Mungkin (program B35) sifatnya sementara dalam rangka upaya menyerap TBS dari petani. Setelah kembali lagi situasi normal, kita bisa kembali lagi ke B30," kata Oke dalam diskusi virtual, Senin (25/7/2022).

Program B35 sendiri artinya meningkatkan campuran minyak sawit mentah pada bahan bakar minyak dari sebelumnya 30 persen (B30) menjadi 35 persen.

Oke mengatakan, pungutan ekspor yang dinolkan tarifnya pada 16 Juli 2022 tidak serta-merta mendongkrak harga TBS petani. Pasalnya, ada sinyalemen tangki-tangki CPO yang menumpuk, sehingga ekspor sedikit menurun. Dengan begitu, eksportir sawit akhirnya membeli TBS dengan murah kepada petani.

“Ada kebijkan-kebijakan terkait pungutan yang dipersulit petani oleh pelaku ekpor, sehingga ekspornya berjalan baik dan harga internasional walaupun menurun sedikit, seharusnya harga TBS ini sudah sesuai dengan harga internasional dan tidak terlalu tertekan, karena harga internasional masih cukup bagus,” ujar Oke.

Hingga Mei 2022, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencatat konsumsi lokal minyak sawit mentah hanya mencapai 7,74 juta ton atau 38,94 persen dari total produksi pada Januari-Mei 2022 sebanyak 19,88 juta ton. Pada Januari-Mei 2021, konsumsi lokal hanya mencapai 7,68 juta ton dari total produksi selama lima bulan pertama 2021 sejumlah 19,6 juta ton.

Rata-rata konsumsi CPO di dalam negeri hanya mencapai 35 persen dari total produksi per tahun. Industri yang dinilai dapat meningkatkan konsumsi CPO dalam waktu dekat adalah industri biodiesel dengan meningkatkan program B30 menjadi B40. Artinya, campuran olahan CPO dalam bahan bakar solar naik dari 30 persen menjadi 40 persen.

Pada Januari-Mei 2022, konsumsi CPO oleh industri biodiesel mencapai 3,47 juta ton atau naik 24,1 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar 2,8 juta ton. Pada 2021, total konsumsi CPO oleh industri biodiesel sejumlah 7,34 juta ton atau 15,65 persen dari total produksi CPO 2021 yang mencapai 46,88 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Biodiesel cpo tbs minyak sawit ekspor cpo
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top