Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengamat: Molornya Penyesuaian Harga Rumah Subsidi Tak Rugikan Pengembang

Pengembang dinilai tidak akan merugi dengan molornya penyesuaian harga rumah subsidi selama inflasi di bawah 5 persen.
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang rumah subsidi mulai kelimpungan dengan kondisi kenaikan bahan material yang belum juga diimbangi dengan penyesuaian harga jual rumah subsidi.

Terlepas dari itu, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit menganggap kenaikan atau inflasi yang terjadi saat ini, termasuk pada harga bahan bangunan, masih dalam tahap normal dan tidak akan berimbas kerugian pada pengembang.

"Sepanjang kenaikannya itu wajar, artinya inflasi 3-5 persen tidak ada masalah," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, pengembang di Indonesia merupakan orang-orang yang tangguh dalam menghadapi krisis seperti ini. Pasalnya, pada tahun krisis moneter di tahun 1998 atau di tahun 2008 para pengembang telah berpengalaman menghadapinya.

"Mereka tuh bukan orang yang biasa, mereka sudah tangguh semua, jadi artinya kita harus melindungi konsumen, sisi konsumennya yang kita perlu lihat," tegasnya.

Panangian menerangkan di samping hak para pengembang yang juga harus dipertimbangkan, namun ada dari sisi konsumen yang minat dan daya belinya masih belum pulih.

Sebelumnya, para pengembang dari Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan asosiasi pengembang lainnya telah mengajukan usulan untuk menyesuaikan harga rumah subsidi hingga 7 persen.

"Mereka kan minta nya 7 persen tapi pemerintah harus melihat daya beli masyarakat tuh belum pulih karena kita Covid-19 dua tahun banyak pengangguran, sementara kebutuhan rumah adalah kebutuhan pokok," lanjutnya.

Memang, tidak dapat dipungkiri keuntungan yang diperoleh pengembang rumah sederhana akan berkurang. Tetapi, ia meyakini jika inflasi masih di bawah 5 persen maka pengembang tidak akan mengalami kerugian.

"Itu sudah terbiasa kita gak selalu harus untung besar dalam situasi apapun, dalam situasi yang seperti sekarang harus bagi penderitaan," ujarnya.

Menurut Panangian pemerintah juga perlu berhati-hati jika di bulan Juli ini akan menetapkan penyesuaian harga.

"Selama inflasi masih di bawah 5 persen masih aman. Jadi kalau pengusaha sedikit berkurang keuntungan itu biasa, suasananya memang tidak memungkinakan kita untuk untung gede sekarang ini," tandasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper