Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengamat: Molornya Penyesuaian Harga Rumah Subsidi Tak Rugikan Pengembang

Pengembang dinilai tidak akan merugi dengan molornya penyesuaian harga rumah subsidi selama inflasi di bawah 5 persen.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  20:58 WIB
Pengamat: Molornya Penyesuaian Harga Rumah Subsidi Tak Rugikan Pengembang
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang rumah subsidi mulai kelimpungan dengan kondisi kenaikan bahan material yang belum juga diimbangi dengan penyesuaian harga jual rumah subsidi.

Terlepas dari itu, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit menganggap kenaikan atau inflasi yang terjadi saat ini, termasuk pada harga bahan bangunan, masih dalam tahap normal dan tidak akan berimbas kerugian pada pengembang.

"Sepanjang kenaikannya itu wajar, artinya inflasi 3-5 persen tidak ada masalah," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, pengembang di Indonesia merupakan orang-orang yang tangguh dalam menghadapi krisis seperti ini. Pasalnya, pada tahun krisis moneter di tahun 1998 atau di tahun 2008 para pengembang telah berpengalaman menghadapinya.

"Mereka tuh bukan orang yang biasa, mereka sudah tangguh semua, jadi artinya kita harus melindungi konsumen, sisi konsumennya yang kita perlu lihat," tegasnya.

Panangian menerangkan di samping hak para pengembang yang juga harus dipertimbangkan, namun ada dari sisi konsumen yang minat dan daya belinya masih belum pulih.

Sebelumnya, para pengembang dari Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan asosiasi pengembang lainnya telah mengajukan usulan untuk menyesuaikan harga rumah subsidi hingga 7 persen.

"Mereka kan minta nya 7 persen tapi pemerintah harus melihat daya beli masyarakat tuh belum pulih karena kita Covid-19 dua tahun banyak pengangguran, sementara kebutuhan rumah adalah kebutuhan pokok," lanjutnya.

Memang, tidak dapat dipungkiri keuntungan yang diperoleh pengembang rumah sederhana akan berkurang. Tetapi, ia meyakini jika inflasi masih di bawah 5 persen maka pengembang tidak akan mengalami kerugian.

"Itu sudah terbiasa kita gak selalu harus untung besar dalam situasi apapun, dalam situasi yang seperti sekarang harus bagi penderitaan," ujarnya.

Menurut Panangian pemerintah juga perlu berhati-hati jika di bulan Juli ini akan menetapkan penyesuaian harga.

"Selama inflasi masih di bawah 5 persen masih aman. Jadi kalau pengusaha sedikit berkurang keuntungan itu biasa, suasananya memang tidak memungkinakan kita untuk untung gede sekarang ini," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn rumah bersubsidi
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top