Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Setujui Pembangunan Pabrik Minyak Sawit Merah, Harga Lebih Murah?

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan harga minyak makan merah atau minyak sawit merah akan jauh lebih murah dari minyak goreng standar.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  16:50 WIB
Jokowi Setujui Pembangunan Pabrik Minyak Sawit Merah, Harga Lebih Murah?
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan keterangan pers seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Senin (18/7/2022). - YouTube Sekretariat Negara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pembangunan pabrik minyak sawit merah atau red palm oil/RPO sebagai jawaban untuk kesejahteraan para petani sawit.

Melalui rapat terbatas, Jokowi dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membahas pengembangan minyak makan merah sebagai alternatif minyak goreng yang pada umumnya berwarna bening.

“Tadi [Jokowi] sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi, ini saya kira akan menjadi solusi,” ujar Teten dalam Keterangan Pers seusai rapat terbatas, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/7/2022).

Teten menyampaikan bahwa nantinya harga minyak makan merah atau minyak sawit merah tersebut akan jauh lebih murah dari minyak goreng standar yang berwarna kuning jernih.

“Pasti lebih murah, karena prosesnya lebih sederhana,” lanjutnya.

Bila melihat dari segi proses, untuk menjadi minyak makan merah cukup dengan membersihkan crude palm oil (CPO) tanpa harus menjernihkannya. Sementara untuk mendapatkan minyak goreng yang umum ditemukan saat ini perlu beberapa proses untuk menjadi jernih sehingga lebih mahal.

“Prosesnya beda, karena kalo minyak goreng sekarang itu dibersihkan, justru vitamin A-nya  kebuang, jadi minyak makan merah kandungan provtiamin A-nya sangat tinggi,” paparnya. 

Mengutip dari laman resmi Kementerian Perekonomian yang tengah mendorong pembangunan pabrik kelapa sawit petani dengan produk minyak sawit merah, bahan baku tersebut dapat menghasilkan kandungan vitamin A sekitar 666 IU/gram.

Sementara minyak goreng kemasan biasa yang kerap dijumpai dengan warna kuning jernih hanya mengandung 45 IU/gram.

“Padahal yang merah justru jauh lebih sehat dan bisa dipakai untuk program stunting,” lanjut Teten.

Sebelumnya, Komite Penelitian dan Pengembangan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) Jenny Elisabeth melihat potensi hilirisasi produk kelapa sawit menjadi sumber vitamin yang berfokus pada penanganan stunting.

“Pemanfaatan minyak sawit merah untuk minyak goreng kurang tepat menurut saya. Jadi kalau bisa minyak sawit merah ini dipakai sebagai pengganti kapsul vitamin A dari minyak ikan impor itu, saya kira akan baik dalam pemanfaatan minyak sawit merah,” ujarnya dalam Sawit Talk: Peran Promosi Produk Hilir UKMK Kelapa Sawit dalam Penguatan Perekonomian Nasional yang digelar hybrid, Rabu (6/7/2022).

Dia menjelaskan pada dasarnya untuk pemurnian atau fraksinasi membutuhkan biaya yang mahal. Hadirnya minyak makan merah yang cukup dengan pembersihan debris atau kotoran sehingga minyak layak untuk dikonsumsi jauh lebih murah.  

“Karena fraksinasi mahal. Jadi memang perlu edukasi ke masyarakat bahwa minyak goreng nggak perlu jernih, kalau dia agak butek atau cloudy sedikit itu gak masalah, begitu dipanaskan, akan jernih,” paparnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng Jokowi minyak sawit teten masduki
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top