Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CPIN Perdana Ekspor ke Singapura, Kementan: Stok Ayam Lokal Melimpah

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakinkan ekspor ayam melalui PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. tidak mengganggu pasokan dalam negeri.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  17:31 WIB
CPIN Perdana Ekspor ke Singapura, Kementan: Stok Ayam Lokal Melimpah
Peternak menimbang ayam broiler jenis pedaging yang dijual murah seharga Rp8.000 per kilogram di sentra peternakan ayam broiler di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Destyan Sujarwoko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengeklaim pasokan ayam dalam negeri kini surplus sehingga aman untuk melakukan ekspor.

Data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan produksi ayam setiap tahunnya sebanyak 3,8 juta ton per tahun. Sementara kebutuhan konsumsi daging segar per bulannya pada Juni 2022 saja sebanyak 247.108 ton.

“Kami tidak akan ekspor kalau kebutuhan nasional tidak terjaga,” ujarnya dalam sambutan acara Pelepasan Ekspor Unggas Produk Indonesia PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) di Jakarta Utara, Rabu (13/7/2022).

Sementara itu, data Kementan menunjukkan pada Juni dan Juli saja terjadi surplus masing-masing 99.089 ton dan 49.885 ton. Maka dari itu, Indonesia pada pertengahan tahun ini berani untuk menembus pasar Singapura.

Pada hari ini, Rabu (13/7/2022), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) resmi melakukan ekspor perdananya ke Singapura dengan total kesepakatan 1.000 ton karkas yang akan dikirim secara bertahap hingga akhir 2022. Besaran ekspor tersebut pun diperkirakan akan terus bertambah menyesuaikan dengan kondisi di Singapura.

“Saya kira ayam kita hampir 3 miliar ekor lebih dalam satu tahun, telur kita juga seperti itu, berarti kan setelah sekian bulan harus dipotong untuk ganti lagi, dan kita punya doc [ayam umur sehari/day old chicken]. Kami senang karena bisa tembus ke negara orang lain,” lanjutnya.

Sebelumnya, Indonesia melalui CPIN baru melakukan ekspor terkait unggas ke empat negara, yakni Jepang, Papua Nugini, Republik Demokratik Timor Leste, dan Qatar.

Menindaklanjuti kelebihan pasokan, Gabungan Asosiasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) telah bertemu Badan Pangan Nasional membahas terkait serapan live bird atau ayam hidup yang melimpah tersebut.

Sekretaris Jenderal GOPAN Sugeng Wahyudi menyampaikan pihaknya telah meminta kepada Badan Pangan Nasional untuk menyusun rencana penyerapan unggas dalam hal ini ayam agar maksimal dan terdistribusi merata ke seluruh Indonesia.

Pada pertemuan yang berlangsung pada Senin (11/7/2022), GOPAN membahas mengenai mekanisme serapan unggas di masa surplus untuk menghindari kerugian yang sebelumnya sempat terjadi.

“Jadi memang belum implementatif, masih dalam konteks perencanaan,” ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Kala itu pada 2021 yang juga mengalami surplus, harga ayam hidup sempat menyentuh Rp16.000 – Rp17.000 per kilogram di tingkat peternak, sementara harga telur ayam jatuh di kisaran Rp14.000 – Rp17.000/kg, atau di bawah harga acuan Kementerian Perdagangan yakni Rp19.000 – Rp20.000/kg.

Meski demikian, kondisi saat ini menurut Sugeng masih baik dari sisi harga meski terjadi surplus. Dia melaporkan bahwa saat ini harga di tingkat peternak di kisaran Rp22.000/kg sementara biaya pokok produksi sekitar Rp19.700 per kilogram.

“Harga relatif baik di peternak, jadi di dalam hitung-hitungan peternak kecil dan mandiri, harga di kandang itu baik,” lanjutnya.

Sementara itu, yang jadi masalah selain serapan saat ini, peternak mengeluhkan untuk menurunkan harga ayam, perlu adanya penurunan harga pakan mengingat harga jagung saat ini sudah turun.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

charoen pokphand indonesia ekspor ayam kementan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top