Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengacara Twitter Sebut Pembatalan Akuisisi oleh Elon Musk Tidak Sah

Pengacara Twitter menegaskan Twitter memiliki semua hak kontrak dan hukum termasuk haknya untuk secara khusus menegakkan kewajiban kepada Elon Musk berdasarkan perjanjian.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  08:18 WIB
Pengacara Twitter Sebut Pembatalan Akuisisi oleh Elon Musk Tidak Sah
Logo Twitter. - Bloomberg / Alex Flynn
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengacara Twitter Inc. menyebut aksi Elon Musk yang membatalkan perjanjian akuisisi US$44 miliar merupakan tindakan yang tidak sah dan salah.

Mengutip Bloomberg, Selasa (12/7/2022), pengacara Twitter William Savitt, dari firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz, menulis kepada pengacara Musk di Skadden Arps Slate Meagher & Flom LLP, bahwa mundur dari kesepakatan merupakan penolakan kewajiban mereka berdasarkan perjanjian.

Pernyatan tersebut bersumber dari salinan surat 10 Juli yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEX). Sebelumnya Musk setuju untuk membeli Twitter seharga US$54,20 per saham pada akhir April 2022.

"Twitter tidak melanggar satu pun kewajibannya berdasarkan perjanjian, dan Twitter tidak menderita dan tidak mungkin menderita dampak material perusahaan yang merugikan," tulis Savitt.

Menurut pernyataan Savitt, Twitter memiliki semua hak kontrak, hukum, dan lainnya, termasuk haknya untuk secara khusus menegakkan kewajiban kepada Elon Musk berdasarkan perjanjian.

Pada 8 Juli, Musk mengatakan dia mengakhiri perjanjiannya untuk menjadikan perusahaan yang berbasis di San Francisco itu sebagai perusahaan swasta. Miliarder itu menuduh bahwa Twitter salah mengartikan data pengguna, mengklaim jumlah bot spam di platform jauh lebih tinggi daripada yang diungkapkan perusahaan.

Musk belum memberikan bukti klaim ini, dan Twitter telah berulang kali membantah pernyataan ini. Perusahaan media sosial itu menegaskan kembali minggu lalu bahwa jumlah bot pada Twitter jauh di bawah 5 persen dari total pengguna aktif hariannya, tetapi Musk mengatakan dia tidak dapat mengonfirmasi klaim ini menggunakan data yang diberikan Twitter kepadanya.

Twitter Chairman Bret Taylor melempar tweet pada Jumat (8/7/2022) bahwa perusahaan akan mengejar tindakan hukum untuk memaksa Musk menyelesaikan perjanjian akuisisi. Perusahaan media sosial itu akan mengajukan gugatan awal pekan ini, kata sumber Bloomberg yang mengetahui masalah tersebut pada 10 Juli 2022.

Pertarungan itu mengirim saham Twitter turun 11 persen menjadi US$32,65 pada penutupan Senin, penurunan satu hari terburuk dalam lebih dari 14 bulan.

Perjanjian pembelian menetapkan setiap perselisihan hukum atas kesepakatan harus disidang di pengadilan Delaware. Pada penutupan bisnis Senin, belum ada gugatan yang diajukan oleh kedua belah pihak atas transaksi yang tertatih-tatih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk twitter akuisisi gugatan hukum

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top