Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mayora Indah (MYOR) Gandeng IT Del Sulap Eceng Gondok Jadi Pupuk

Dalam sebuah kerja sama, Mayora Indah (MYOR) dan Institut Teknologi (IT) Del memanfaatkan eceng gondok untuk diubah menjadi pupuk.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Juli 2022  |  20:40 WIB
Mayora Indah (MYOR) Gandeng IT Del Sulap Eceng Gondok Jadi Pupuk
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI - Nancy Junita
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dan Institut Teknologi Del menjalin kerja sama pemanfaatan eceng gondok di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

MYOR dan Institut Teknologi Del bekerja sama membangunan fasilitas pengolahan eceng gondok menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Usaha pengolahan ini diyakini akan membawa dampak positif dalam mengurangi populasi eceng gondok di Danau Toba.

Eceng gondok tercatat mengandung unsur-unsur hara seperti nitrogen, phosphor dan potassium masing-masing sebesar 2,34 persen, 0,24 persen dan 1,95 persen, serta asam humat yang menghasilkan senyawa fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Kandungan ini membuat eceng gondok menjadi salah satu gulma yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Kebutuhan pupuk masyarakat per satu musim tanam adalah 39.000 ton, sementara suplai pupuk yang tersedia hanya 10.000 ton. Selain itu, terdapat disparitas harga pupuk kimia bersubsidi dengan nonsubsidi.

“Program pemanfaatan eceng gondok selain meningkatkan estetika danau juga akan memberikan pupuk organik dengan harga kompetitif pada para petani,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Kosmas Harefa dalam siaran pers, Minggu (10/7/2022).

Sementara itu, Direktur Mayora Indah Johan Muliawan melihat bahwa pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik dapat memberikan dua dampak positif, yaitu mengurangi populasi eceng gondok yang mencemari Danau Toba dan menjadikannya bahan baku pembuatan kompos yang akan diolah melalui proses dekomposisi, proses yang dilakukan oleh mikroorganisme terhadap buangan organik.

“Kami melihat adanya masalah dan sekaligus solusi terkait isu eceng gondok yang populasinya memenuhi wilayah perairan Danau Toba. Oleh karenanya, bekerja sama dengan Institut Teknologi Del, kami akan membangun pabrik yang akan mengubah eceng gondok, yang awalnya adalah gulma dan menjadi masalah di perairan menjadi pupuk organik yang bernilai untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian di sekitar Danau Toba,” kata Johan.

Fasilitas pengolahan pupuk akan dibangun di dalam Kampus Institut Teknologi Del dengan luas lahan sekitar 1.000 m2, yang meliputi area pengolahan, penampungan, serta area transportasi.

“Pembangunan pabrik akan dibagi dalam dua tahap, yaitu pabrik pengolahan eceng gondok menjadi pupuk padat dan pabrik pengolahan eceng gondok menjadi pupuk cair. Semua proses produksi ini akan dilakukan di area dan di bawah pengawasan IT Del,” jelas Johan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mayora indah myor danau toba eceng gondok pupuk
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top