Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahlil Sebut Investasi yang Belum Terselesaikan Rp1.300 Triliun

Menteri Investasi/Kepala BKPM menyebutkan nilai investasi yang belum terselesaikan di Indonesia saat ini.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 08 Juli 2022  |  10:03 WIB
Bahlil Sebut Investasi yang Belum Terselesaikan Rp1.300 Triliun
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, SURAKARTA — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan nilai investasi yang belum terselesaikan di Indonesia saat ini sudah menembus Rp1.300 triliun.

Adapun, investasi yang belum terselesaikan tersebut merupakan bagian dari penerima insentif tax holiday dan tax allowance dengan total rencana investasi sekitar Rp1.300 triliun.

Untuk mengejar target investasi pada tahun ini, Kementerian telah menyiapkan strategi khusus, yaitu memanfaatkan investasi yang belum terselesaikan, dari calon investor yang sudah mendapatkan insentif tax holiday sebelumnya.

"Di 2022, kami sudah menyiapkan langkah-langkah stategis, salah satu diantaranya adalah mengeksekusi investasi yang sudah dapat fasilitas insentif fiskal tax holiday, totalnya sekitar Rp1.300 triliun," ujarnya kepada wartawan di Surakarta, Rabu malam (7/7/2022).

Bahlil memprediksi realisasi investasi kuartal II/2022 akan lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada kuartal I/2022. Tercatat pada kuartal I/2022, realisasi investasi dari Kementerian Investasi tercatat mencapai Rp282,4 triliun.

Angka ini meningkat sebesar 28,5 persen secara tahunan (yoy) atau 16,9 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini pun mencatatkan rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Bahlil pun optimistis target investasi hingga akhir tahun sebesar Rp1.200 triliun akan tercapai, meski ketidakpastian kondisi global masih sangat tinggi.

Salah satu penyebabnya, yaitu tantangan lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Pada kuartal I/222, Kementerian Investasi mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp147,2 triliun atau tumbuh 31,8 persen secara tahunan (yoy).

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada kuartal I/2022 adalah sebesar Rp135,2 triliun atau tumbuh 25,1 persen secara tahunan.

Secara sektoral, investasi pada periode tersebut didominasi oleh industri logam dasar, barang logam sebesar Rp39,7 triliun, serta transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp39,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm bahlil lahadalia investasi tax holiday
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top