Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkembangan Harga TBS Sawit, Semakin Hari Semakin Turun

Harga tandan buah segar atau TBS sawit terpantau semakin hari semakin turun. Per 6 Juli 2022 telah menyentuh harga rata-rata Rp811/kg.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  17:35 WIB
Perkembangan Harga TBS Sawit, Semakin Hari Semakin Turun
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) melaporkan harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit semakin hari semakin turun, bahkan telah anjlok hingga 75 persen.

Dalam laporan Apkasindo terkait harga TBS petani di 22 provinsi, per 6 Juli 2022 harga TBS di tingkat petani swadaya hanya sebesar Rp811 per kilogram. 

Berikut perkembangan harga TBS di 22 provinsi penghasil sawit di Indonesia untuk tingkat petani swadaya selama Juli 2022: 

-          1 Juli Rp927/kg

-          2 Juli Rp920/kg

-          4 Juli Rp916/kg

-          5 Juli Rp898/kg

-          6 Juli Rp811/kg

Padahal, harga dari penetapan dinas perkebunan setempat berkisar antara Rp1.400 hingga Rp3.314 per kilogram. Sementara harga pokok produksi atau HPP senilai Rp2.250/kg. 

Ketua Umum Apkasindo menyampaikan saat ini masih minim TBS yang terserap sehingga petani enggan untuk memanen hasil dari kelapa sawit tersebut.

 “Semakin sedikit yang terserap PKS [pabrik kelapa sawit], dan petani banyak yang malas memanen karena semakin di panen semakin tekor,” ujarnya, Kamis (7/7/2022). 

Gulat menyampaikan, bahwasannya anjloknya harga TBS akibat kebijakan-kebijakan seperti pungutan ekspor yang dipatok terlalu tinggi sehingga menekan harga TBS. Adanya domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) dirasa sudah tidak relevan mengingat pasokan crude palm oil (CPO) yang melimpah. 

Sementara itu, Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mendesak pemerintah segera menormalkan harga TBS sawit yang kini merosot tajam.

“Meminta kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan normalisasi harga TBS sawit, paling lambat dua minggu ke depan melalui tata kelola ekspor CPO dengan memperhatikan kepentingan perkebunan perusahaan dan pemerintah,” ujar Ketua AKPSI Yulhaidir Pertemuan Koordinasi AKPSI di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, dalam dua minggu, pemerintah akan segera menurunkan pungutan ekspor CPO agar harga TBS kembali terdongkrak. 

“Nah kami coba dua minggu dari sekarang pertengahan ekspor mulai lancar. Tidak hanya itu saja, tadi malam saya bicara pada Menteri Keuangan PE [pungutan ekspor]-nya akan kami bawa sampai ke bawah. Kami kasih insentif untuk ekspor. Kalau ekspor tangkinya kosong dia ambil TBS, nanti TBS harganya naik,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top