Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT IPC Petikemas Buka Rute Ke China dan Italia, Genjot Ekspor Impor

PT IPC Petikemas membuka rute ke baru Mediterania seperti China dan Italia diharapkan dapat menggenjot aktivitas ekspor impor.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  16:08 WIB
PT IPC Petikemas Buka Rute Ke China dan Italia, Genjot Ekspor Impor
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anak subholding PT Pelindo Terminal Petikemas, PT IPC Petikemas, akan kembali melayani pelayaran rute internasional baru yakni dengan tujuan ke Mediterania Eropa.

IPC TPK menyebut akan melayani bongkar muat kapal MV Hammonia Lipsia di Terminal 3 yang melayani rute tujuan baru Mediterania. Kapal tersebut akan menempuh rute Taicang (China) – Da Chan Bay (China) – Jakarta (Indonesia) – Salerno (Italia) – Civitavecchia (Italia) – La Spezia (Italia).

Rute yang disebut Marco Polo ini merupakan layanan baru keempat yang dibuka oleh IPC TPK pada 2022. Direktur Utama IPC TPK Wahyu Hardiyanto berharap dengan menggandeng perusahaan pelayaran Kalypso Compagnia Di Navigazione dengan Agen Kaiso Line, rute baru yang akan dilayani bisa mendorong geliat ekspor-impor Indonesia.

Apalagi, ekspor-impor Indonesia sempat lesu pada Mei 2022 yang lalu. Hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), yang melaporkan nilai ekspor Indonesia bulan lalu turun 21,29 persen dan nilai impor turun 5,81 persen, dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kami akan secara proaktif mendorong hadirnya kapal dengan rute-rute baru. Harapan kami dengan dibukanya rute baru ini dapat menggenjot aktivitas ekspor impor khususnya untuk komoditas non migas," tutur Wahyu melalui siaran pers, Kamis (23/6/2022).

Selain mendorong ekspor-impor yang sempat loyo, IPC TPK berharap pelayanan terhadap rute internasional baru bisa mendukung penurunan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Seperti diketahui, biaya logistik di Indonesia saat ini mencapai 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Adapun, Kapal Hammonia Lipsia yang akan bersandar di Terminal 3 IPC TPK ini memiliki bendera Liberia. Kapal tersebut memiliki LOA 220,48 meter, BEAM 32,24 meter, dan Draught 10,5 meter.

Rencananya, kapal yang melayani rute dari China hingga Italia itu akan melakukan bongkar muat sebanyak 467 twenty-foot equivalent per unit (TEUs) di Terminal 3 IPC TPK.

Sebelumnya IPC TPK juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa pelayaran untuk membuka layanan rute baru yakni Kapal KM Project dengan rute Jakarta–Port Klang, serta MV Meratus Sorong dengan rute China Indonesia Express bekerja sama dengan Meratus.

Selain itu, IPC TPK telah melayani MV MTT Samalaju dari Pelayaran Bengal Tiger Line dengan rute China Indonesia Service.

"Layanan rute baru ini diharapkan memberikan dampak postif kepada eksportir dan importir karena dapat membuka peluang untuk ekspansi pasar ke negara-negara baru yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang baik untuk ekonomi nasional," pungkas Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor peti kemas terminal peti kemas ekspor impor ipc
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top