Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resmi! British Petroleum Kelola Dua Blok Migas di Indonesia

British Petroleum (BP) resmi meneken dua kontrak kerja bagi hasil atau production sharing contract (PSC) untuk dua wilayah kerja (WK) hasil penawaran tahap II 2021 bersama dengan SKK Migas, Senin (20/6/2022).
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  12:19 WIB
Resmi! British Petroleum Kelola Dua Blok Migas di Indonesia
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan minyak dan gas (Migas) Inggris, British Petroleum (BP) resmi meneken dua kontrak kerja bagi hasil atau production sharing contract (PSC) untuk dua wilayah kerja (WK) hasil penawaran tahap II 2021 bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas, Senin (20/6/2022).

Kedua WK Migas yang bakal digarap British Petroleum di antaranya Blok Agung I dan Blok Agung II.

“Andaman I, II, III itu gas, kemungkinan bisa gas semua dugaan kita. Agung I dan II juga gas,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Tutuka menuturkan blok Migas Agung 1 berlokasi di lepas pantai Bali dan Jawa Timur dengan perkiraan sumber daya atau recoverable resources mencapai 985 miliar kaki kubik (billion cubic feet/BCF).

Sementara itu, Blok Migas Agung II berlokasi di lepas pantai Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur dengan perkiraan sumber daya mencapai 16,5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TFC).

Adapun, Blok Migas Agung I itu bakal dikelola BP Agung I Limited dengan nilai tandatangan bonus atau signature bonus sebesar US$100.000. Sementara komitmen pasti 3 tahun dipatok sekitar US$2.500.000 dengan rencana kerja G&G dan seismik 2D 2.000 kilometer untuk mengelola blok sepanjang 6.656,73 kilometer persegi tersebut.

Di sisi lain, Blok Migas Agung II bakal dikelola BP Agung II Limited dengan nilai tanda tangan bonus mencapai US$100.000 dan komitmen pasti mencapai US$1.500.000 dalam kurun tiga tahun kerja.

“Indonesia memang diberkahi banyak penemuan gas, luar biasa. Agung gas, Andaman juga gas, belum Masela, gas semua itu dugaan kita,” ujarnya.

Selain BP, anak perusahaan Petronas PC North Ketapang SDN. BHD juga ikut menggarap blok Migas di daratan dan lepas pantai Jawa Timur dengan perkiraan sumber daya di antaranya minyak bumi sekitar 270 juta barel minyak (MMBO) dan gas bumi sekitar 1,5 TCF.

Petronas memberikan signature bonus mencapai US$500.000 dengan nilai komitmen pasti 3 tahun sebesar US$8.140.000. Rencanannya, Petronas bakal mengerjakan G&G study, multiclient uplift fee-seismik 3D sebesar 262 kilometer persegi dan seismik 3D sebesar 300 kilometer persegi.

Adapun penandatanganan PSC itu turut disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Ruang Damar Kementerian ESDM, Senin (20/6/2022). Total investasi komitmen pasti dari penandatanganan ini senilai US$12.140.000 dengan bonus tandatangan sebesar US$700.000.

BP Regional President Asia Pacific Nader Zaki menilai positif dukungan dari pemerintah terkait dengan realisasi investasi di sektor Hulu Migas dalam negeri beberapa waktu terakhir. Nader mengatakan pihaknya telah mengembangkan sejumlah lapangan Migas Indonesia yang relatif tersebar dari daerah barat hingga timur Indonesia.

"Keberadaan kami di Indonesia kini terbentang dari timur Indonesia, tepatnya di provinsi Papua Barat, dengan proyek Tangguh LNG yang merupakan lapangan penghasil gas terbesar di Indonesia dan juga tengah mengembangkan proyek CCUS; hingga bagian barat Indonesia melalui kemitraan di blok Andaman II di Aceh. Kini, kami memiliki Blok Agung I dan II di Jawa Timur,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas kementerian esdm blok migas british petroleum
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top